Harga CPO Meroket, Potensi Usaha Masyarakat Non Skill Terbuka

Viewer : 40 Kali
Harga CPO Meroket, Potensi Usaha Masyarakat Non Skill Terbuka
Harga CPO Meroket, Potensi Usaha Masyarakat Non Skill Terbuka

Laporan : Andi S

Morut_Sulteng, Libasnews.co.id, –

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) acuan pada pekan ini bangkit setelah ambruk 8% pada minggu sebelumnya. 

Hal tersebut terlihat pada grafik kenaikan harga sepekan ini, dimana harga CPO di bursa Malaysia untuk kontrak Maret 2022 meroket hingga 8,24% secarapoint-to-pointke level RM 4.649/ton. 

Berdasarkan data SGS, lonjakan harga CPO tersebut, dipicu oleh produksi dari Malaysia sebagai negara produsen utama minyak sawit mentah dunia, diperkirakan melandai hingga level 33,4% pekan lalu. 

Sementara faktor pendukung lainnya, terjadinya lonjakan harga minyak mentah dunia yang menjadi booster meroketnya harga CPO pekan ini. 

Faktor penyebab lainnya sebagaimana dilansir dari situs reami “Chicagotrade dan CBNB, Kenaikan harga minyak kedelai di pasar Chicago Board of Trade juga turut mendorong kenaikan harga CPO. Sepanjang pekan ini harga minyak kedelai telah menguat 4,3% point-to-point. 

Pergerakan harga minyak kedelai merupakan barang subtitusi dari CPO untuk konsumsi, sehingga pergerakan harganya-pun sangat mempengaruhi gerak harga sawit. 

SGS memprediksi harga CPO pekan depan terbelah antara bullish dan bearish, dan kekhawatiran tentang produksi yang lebih lemah dan permintaan yang kuat akan terus mengangkat sentiment pasar dari harga antara RM 4.500 dan RM 4.800 per ton minggu depan. 

Lain halnya yang diungkapkan pedagang senior minyak sawit Interband Group of Companies, Jim Teh. 

Jim Teh dalam pernyataannya dilansir dari situs “interband Corporate” mengatakan pegerakan harga diakhir tahun ini diperkirakan akan mengalami koreksi teknis, karena penutupan rekening akhir tahun dan musim liburan. 

“Diproyeksikan komoditas CPO untuk diperdagangkan, antara RM 4.200 dan RM 4.300 per ton minggu depan, “ujarnya. 

Dampak dari lonjakan harga perdagangan CPO tersebut, menurut Community Development Officer (CDO) Perusahaan PT Agro Nusa Abadi (PT ANA), Doddy Adisatya, menjadi pemicu menggeliatnya Industri Kelapa Sawit didaerah Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Doddy juga menyatakan, pergerakan sentiment lonjakan harga minyak sawit, bukan hanya berdampak pada Industri, tapi juga kepada seluruh masyarakat, khususnya petani sawit dan yang berada dalam dilingkar area konsesi perusahaan PT ANA. 

“Dengan kenaikan harga CPO ini, turut berdampak pada terbukanya peluang berusaha bagi masyarakat yang tidak punya latar belakang keahlian di daerah, demikian juga pada area lingkar perusahaan PT ANA, “ucap Doddy.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *