Ancam Bakar Rumah Nasabah, Oknum Karyawan KSP Batara Di Towuti Luwu Timur Terancam Dipidana

Viewer : 309 Kali
Penagih Hutang, ist.

Lap; Herman. S

Lutim,Libas.co.id- Oknum pegawai koperasi simpan pinjam Batara atas nama Rival pada hari Rabu (22/4/2020) di Desa Ledu-Ledu, Kec, Wasuponda, Kab.Luwu Timur dituding melakukan pengancaman ketika akan melakukan penarikan jaminan terhadap nasabah, tak hanya sampai di situ yang bersangkutan juga mengancam akan membakar rumah nasabah tersebut jika tidak segera melunasi tunggakan. Rabu (22/4/2020).

Oknum anggota Koperasi Simpan Pinjam Batara yang berkantor di Kec. Towuti, Kab. Luwu Timur tersebut melakukan penagihan kepada seorang nasabah Inisial IT di desa Ledu-Ledu.

Rival pegawai Koperasi Batara tersebut tidak terima alasan nasabah bahwa belum memiliki uang, alasan tersebut disampaikan oleh nasabahnya karena belum mempunyai uang akibat usahanya terhenti akibat sudah beberapa Minggu sudah tidak berdagang dipicu musibah Pandemi Corona ini, namun nasabah yang dimaksud tetap berjanji akan segera melunasinya.

Tidak terima dugaan pengancaman oknum pegawai koperasi tersebut, sang nasabah akan segera melaporkan kejadian yang dialaminya kepada aparat penegak hukum.

“Saya memang menunggak sekitar sebulan, dan saya janji akan membayarnya dalam waktu dekat ini, tapi ini pihak koperasi tidak terima alasan saya, pada hal kita tau kondisi ekonomi sekarang tidak stabil, saya juga sudah tidak berdagang karna ini musibah Corona, dia mengancam akan lakukan penarikan jaminan serta mengancam akan bakar rumah saya jika saya tidak segera lunasi tunggakanku selama 4 Minggu” beber IT

Terpisah saat dikonfirmasi pihak Kantor Koperasi BATARA yang berkantor di Kec. Towuti, kasir KSP yang mewakili penanggung jawabnya kepada awak media mengatakan bahwa tidak ada prosedur atau aturan seperti itu di kantor tempat mereka bekerja.

“Untuk melakukan penagihan tidak ada aturan untuk melakukan seperti yang dimaksudkan, aturannya kami hanya akan melakukan penarikan barang jaminan sesuai perjanjian dengan nasabah,” ungkap Kasir KSP tersebut.

Menyikapi hal tersebut Arsyad selaku Presidium Lembaga Pemerhati dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPM-I) menyayangkan apa yang dilakukan oleh oknum pegawai salah satu KSP diLuwu Timur tersebut, dan minta agar pihak nasabah segera melaporkan dugaan pengancaman yang dialaminya serta meminta agar pihak kepolisian segera menindak lanjuti kejadian ini agar tidak terjadi kekisruhan.

“Jika dalam menagih utang, ada oknum yang mengancam Anda secara verbal, fisik atau ancaman dalam bentuk lain saat menagih utang, maka dapat dilaporkan orang tersebut ke aparat penegak hukum karena tindak pidana pengancaman sebagaimana diatur pada Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)”. Imbuhnya.

“Atau setidaknya, perlakuan oknum anggota tersebut bisa dilaporkan atas dugaan tindak pidana membuat perasaan tidak menyenangkan sebagaimana diatur dalam pasal 335 KUHP”, lanjut aktvist muda luwu timur ini.

Lebih jauh Arsad menjelaskan, ulah oknum anggota koperasi yang melakukan pengacaman layaknya “preman” tersebut bisa berdampak pula bagi koperasi tempat pelaku bekerja, mulai dari dampak sosial hingga dampak hukum.

Menurutnya, jika tidak ada sikap tegas pihak pemilik koperasi dalam menyikapi arogansi karyawannya, berarti patut diduga kuat sipemilik koperasi sengaja memelihara karyawan dengan model “preman” untuk tujuan tertentu.

“Jika hal itu terjadi, maka pemilik koperasi pun bisa terjerat hukum, baik hukum pidana, maupun hukum administrasi yang bisa berdampak pada eksistensi hingga legalitas koperasi itu sendiri,” jelas Arsad.

“Perbuatan pihak koperasi ini sudah sangat keterlaluan, jika pihak Polsek Wasuponda tidak segera menyikapi hal ini maka kita akan bawa laporkan dugaan Pidana pengancaman ini ke pihak Polres Lutim”. Tutup Arsad.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *