“BBM Bersubsidi” Diduga Jadi Ladang Bisnis Sekelompok Warga

Viewer : 438 Kali
2019-12-27 22.03.56
Mobil Ferosa dengan tangki bermuatan 146 liter

Bone-bone_Lutra, Libasnews.co.id

Ulah nakal warga yang menggunakan BBM Bersubsidi untuk meraup keuntungan berlebih terus terjadi.

Sayangnya, kenakalan warga dalam menyalahgunakan BBM Bersubsidi ini seakan mendapat dukungan dari para petugas SPBU.

Hampir hal itu ditemukan saat tanpa sengaja membangunkan media ini melintas didaerah Luwu Utara, dianggap dikabupaten Bone-Bone.

Saat dibutuhkan mengisi BBM disalah satu SPBU, di mana tampak begitu banyak kendaraan yang sedang mengantri untuk mengisi BBM, ditemukan mengumpulkan anggota yang mengambil BBM Bersubsidi menggunakan tangki rakitan.

Mulai dari sepeda Motor yang tangkinya sudah terbukti, hingga mobil dengan tangki modifikasi.

Bentuk tangki modifikasinya pun bervariasi.

Dari pantauan dilapangan, ditambahkan motor menambah ukuran tangki, bahkan ada yang nekat mengganti jok motornya menggunakan tangki yang sudah jadi mirip dengan motor jok.

Salah Satu Motor dengan Tangki Modifikasi yang ditemukan mengantri di salah satu SPBU di Luwu Utara

Selain tangki kendaraan modifikasi, sejumlah mobil yang tampak mengantripun seolah tak mau kalah.

Salah satu mobil yang didapati tengah mengisi BBM jenis Premium bersubsidi, bahkan berhasil membuat tangki dengan kapasitas lebih dari 150 liter.

Saat mengisi tangki, kendaraan jenis Ferosa berwarna hitam yang diperkuat kuat menggunakan plat nomor palsu ini berhasil mengambil BBM Jenis premium dengan nilai Rp. 946.000.

Jika dikalikan dengan harga BBM Bersubsidi jenis Premium seharga 6,450, berarti tangki mobil Ferosa sebesar 146,6 liter.

Selain itu, di SPBU yang tampak dengan santainya ikut mengantri 2 mobil dengan tangki yang juga mendukung kuat menggunakan tangki rakitan dengan kapasitas lebih dari 100 liter.

Meskipun tampak menggunakan tangki rakitan, namun petugas SPBU tetap dengan santainya mengisi kendaraan-kendaraan tersebut.

Kuat dugaan, BBM hasil kendaraan sejumlah ini dijual kepada pemberi kerja tambang yang sekarang marak buka diwilayah Sulawesi selatan, sulawesi tengah, hingga sulawesi tenggara.

Tak pelak, ulah oknum yang memanfaatkan BBM Bersubsidi sebagai lahan bisnis yang sangat menguntungkan ini membuat masyarakat umum kalah untuk mendapatkan BBM untuk mengisi kendaraan mereka.

Sebenarnya, informasi warga sekitar SPBU yang mengajukan SPBU tersebut setiap saat tidak memerlukan stok karena BBM sudah habis. (Ard / R1).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *