Benarkah “MA” Staf DPMD Lutim Terlibat Korupsi Dana Desa.?

Viewer : 840 Kali
MA alias A, staf Dinas PMD Lutim yang namanya dikaitkan kasus dugaan korupsi pengadaan papan transparansi desa se-kabupaten Luwu Timur
“MA” alias “A”, staf Dinas PMD Lutim yang namanya dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan papan transparansi desa se-kabupaten Luwu Timur.

Malili, Libasnews.co.id-

Luar biasa, salah satu oknum staf Dinas PMD kabupaten Luwu Timur berinisial “MA” alias “A” disebut terlibat langsung dalam “memainkan”, bahkan menjadi pelaksana dalam salah satu program pengalokasian dana desa di kabupaten Luwu Timur.

Diduga kuat, MA alias “A” memanfaatkan jabatannya selaku staf dinas PMD guna meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya dengan cara mengatur program untuk pengalokasian dana desa se-kabupaten Luwu Timur.

Ulah “MA” alias “A” terungkap dari hasil penelusuran awak media ini dalam sejumlah program penggunaan Dana Desa.

Keterlibatan “MA” dalam mengatur, hingga menjadi pelaksana program pengalokasian dana desa juga tergambar dari laporan dugaan korupsi pengadaan papan transparansi desa se-kabupaten Luwu Timur yang dilaporkan salah satu lembaga swadaya masyarakat di Luwu Timur beberapa waktu lalu.

Arsad, ketua dewan pimpinan cabang Lembaga Pemerhati dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Indonesia kabupaten Luwu Timur yang dihubungi via telepon selulernya membenarkan adanya indikasi keterlibatan “MA” alias “A” dalam mengatur program, bahkan ada diantaranya yang disebut melibatkan “MA” secara langsung bersama kerabatnya.

Arsad menjelaskan, dugaan keterlibatan “MA” alias “A” dalam mengatur pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan Dana Desa tersebut juga telah dipaparkan dalam laporan dugaan korupsi dana desa, khususnya dalam dugaan korupsi pengadaan papan transparansi desa yang saat ini tengah ditangani penyidik Polres Luwu Timur.

Modusnya, lanjut Arsad, “MA” memanfaatkan bengkel milik keluarganya yang terletak di daerah Burau, kabupaten Luwu Timur.

Menurut Arsad, dari 120 unit papan transparansi desa yang dibuat, “MA” bersama kerabatnya mendapatkan 50 unit.

Lebih lanjut Arsad menjelaskan, awalnya “MA” yang merupakan ASN staf Dinas PMD Luwu Timur ini berupaya mengambil alih semua pekerjaan itu, namun sayangnya, sebagian sudah terlanjur dikerjakan salah satu bengkel lain.

“Akhirnya dia (MA) hanya mendapatkan 50 dari total 120 papan transparansi desa yang akan dibuat,” terang Arsad.

Meski demikian, diriya mensinyalir masih adanya keuntungan lain yang diterima MA dalam proyek yang menghabiskan anggaran keuangan negara lebih kurang 1, 4 Milyar.

“Yang jelas, laporannya sudah ditangan penyidik. Tugas kita saat ini adalah menunggu dan mengawal proses penyelidikannya,” pungkasnya.

“MA” alias “A”, staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Luwu Timur yang coba dihubungi belum memberikan tanggapan.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp “MA” pun belum terjawab.

Sejak diterimanya informasi ini, dikitnya ada 5 pesan konfirmasi melalui WhatsApp telah dikirim, namun tetap belum ada jawaban. (AR)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *