BRI Cabang Palopo Diduga Kuat “Endapkan” Dana BST Covid-19

Viewer : 977 Kali
Print out Rekening Idahrah 18-6-2020, setelah "kemasukan" dana dadakan

 

Print out Rekening Idahrah 18-6-2020, setelah “kemasukan” dana dadakan

Palopo, Libasnews.co.id-
Idahrah, Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) dana Bantuan Sosial Tunai (BST Covid-19) yang namanya tercantum di data penerima kelurahan Dangerakko, kecamatan Wara, kota Palopo mempertanyakan dana bantuan yang seharusnya ia terima melalui Bank BRI Cabang Palopo.
Pasalnya, sejak terdata sebagai salah satu penerima dana BST Covid-19, dirinya belum pernah mendapatkan haknya.
Dari data rekening koran milik Idahrah, hingga kamis, 11/6/2020, isi rekeningnya masih tertera nilai Rp. 101.545.

Rekening koran Idahrah 11-6-2020, sebelum dana dadakan BST Covid-19 masuk.

Dari data print out tersebut juga menunjukkan belum adanya transaksi lain seperti penerimaan atau penarikan dana. Padahal, saat itu namanya sudah tercantum sebagai penerima manfaat tahap ke-2.
Berangkat dari informasi tersebut, wartawan media ini pun mencoba melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait, mulai dari Bank BRI selaku penyalur, kepala dinas sosial kota palopo, hingga menemui langsung koordinator daerah kota Palopo yang juga menjabat korwil IV provinsi Sulawesi Selatan untuk program bansos.
Pernyataan dan data yang didapatkan dari dinas sosial hingga koordinator penyaluran dana BST Covid-19 kota palopo pun mempertegas “keabsahan” Idahrah selaku penerima manfaat.
Dari data dan keterangan dinas sosial dan koordinator daerah kota Palopo yang juga korwil IV provinsi Sulawesi Selatan untuk bansos ini diketahui jika Idahrah seharusnya sudah 2 (dua) kali menerima bantuan. Sayangnya, keterangan dan data tersebut tidak sejalan dengan kenyataan yang ada.
Anehnya, pihak BRI cabang Palopo selaku penyalur dana BST Covid-19 dikota palopo justru mengaku tidak memiliki data BNBA (By name by adress) sebagaimana penyalur BST lainnya.
Saat ditemui kamis,11/6/2020 sekira pukul 11.00 pagi hari, Dodi yang didampingi Edi, asisten manager BRI kota palopo menjelaskan bahwa mereka belum mendapatkan data BNBA dari BRI Pusat.
Saat dikonfirmasi, kepada awak media ini Dodi dengan tegas mempersilahkan para penerima manfaat yang merasa belum mendapatkan haknya untuk melapor ke BRI Pusat.
Keterangan pihak BRI Cabang Palopo tersebut pun sangat bertolak belakang dengan penjelasan Dewi Sartika, S.AN, koordinator daerah kota Palopo sekaligus korwil IV provinsi Sulawesi Selatan untuk program bansos.
Selain menegaskan Idahrah selaku penerima manfaat, wanita yang akrab disapa Dewi ini menyakinkan bahwa data penyaluran BST Covid-19 sudah dimiliki semua penyalur yang telah ditunjuk.
Hal itu didasarkannya atas mekanisme penyaluran data yang ada, khususnya kepada Himpunan Bank Negara (Himbara).
Menurutnya, mekanisme penyaluran data penerima manfaat BST Covid-19 diawali dari kelurahan, dinas sosial, Pusdatin, kementerian sosial, himpunan bank negara pusat, dan terakhir himpuman bank negara cabang dikabupaten / kota.
“Data awal dari Kelurahan, Dinas Sosial, Pusdatin, Kementrian Sosial, Himpunan Bank Negara Pusat, Himpunan Bank Negara Cabang Kabupaten/Kota,” terang Dewi.
Selaku koordinator daerah, dirinya sangat yakin Bank BRI Pusat sudah memberikan data ke pihak BRI Cabang.
“Tidak mungkin Bank BRI pusat tidak memberikan data ke pihak BRI cabang, karena kami di kementerian sosial telah memberikan SP2D kepada semua pihak Himpunan Bank Negara Pusat”, tegasnya meyakinkan.
Dari penjelasan Dewi diketahui pula bahwa selain “kasus” Idahrah, sebelumnya banyak juga pengaduan serupa datang dari warga penerima manfaat BST Covid-19 yang disalurkan melalui Bank BRI.
Lebih jauh Dewi pun mengungkapkan beberapakejanggalan lain dalam penyaluran BST Covid-19 melalui Bank BRI cabang Palopo.
Misalnya, hingga saat ini, dari 3 (tiga) penyalur BST Covid-19 seperti Bank BNI dan PT.Pos, sudah menyerahkan data BNBA kepada Dinas Sosial, sedangkan Bank BRI belum. Meskipun sejumlah upaya telah dilakukan.
Bahkan, demi mendapatkan data BNBA dari Bank BRI, Kepala Dinas Sosial kota palopo pun sudah pernah bertemu langsung dengan pihak Bank BRI cabang Palopo. Namun sayangnya tetap tidak membuahkan hasil.
Pihak Bank BRI yang saat itu diwakili Edi selaku asisten manager Bank BRI Cabang Palopo kembali berdalih belum mendapatkan data BNBA dari BRI Pusat.
Anehnya, setelah kasus ini mulai ditelusuri awak media, tiba-tiba rekening milik Idahrah menerima dana dengan nilai Rp. 600.000 dengan penjelasan BST Covid-19 tahap II (Dua).
Dari hasil print out rekening Idahrah diketahui jika dana tersebut masuk kamis, 11/6/2020, sekira pukul 18:30, selang beberapa jam usai ditemui awak media ini.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Bank BRI Cabang Palopo sudah tidak dapat dikonfirmasi soal dana yang masuk ke rekening Idahrah, serta dana BST Covid-19 tahap I yang seharusnya diterima Idahrah, namun belum juga dia dapatkan. (Agghacheno85)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *