Data Penerima BST Didesa Lawewe Diduga Kuat Dimanipulasi

Viewer : 301 Kali
Korupsi Dana Bansos
Manipulasi data BST (ist)

Lutra, Libasnews.co.id-

Nekad, Sejumlah nama penerima Bantuan Sosial Tunai atau yang dikenal dengan istilah BST Didesa Lawewe, kecamatan Baebunta Selatan, kabupaten Luwu Utara, diduga kuat dimanipulasi.

Pasalnya, sejumlah nama penerima manfaat dalam program tersebut tidak memenuhi persyaratan.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi, salah satu nama penerima BST berinisial “Pdg” didesa tersebut adalah orang yang sudah lama meninggal dunia.

Selain itu, salah satu nama penerima BST berinisial “Arn” didesa terpencil tersebut juga diketahui telah pindah dari desa Lawewe sejak tahun 2016 lalu.

Sumber terpercaya media ini menyebutkan, selain dua nama tersebut, sejumlah nama penerima BST didesa Lawewe seperti “Sdg” yang merupakan anggota BPD sekaligus istri kepala dusun, dan “Sa” yang juga merupakan aparat desa, diduga kuat sarat nuansa Kolusi dan Nepotisme karena merupakan keluarga dekat aparat desa.

Sedang disisi lain, ungkap sumber yang namanya enggan disebutkan tersebut, masih banyak masyarakat lain yang lebih layak mendapatkan bantuan, namun justru tidak terdata.

Untuk diketahui, salah satu syarat penerima BST yakni harus terdaftar di RT/RW sebagai orang yang berhak mendapat bantuan yang diberikan selama pandemi Covid-19 dan berada didesa tersebut.

Selain itu, syarat lain penerima BST ini antara lain :

– Kehilangan pekerjaan selama pandemi COVID-19 atau mengalami dampak lainnya;

– Tidak terdaftar sebagai penerima bansos dari pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, paket sembako, Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), hingga kartu prakerja.

Sebagaimana dilansir dari laman detik.com, jika ada calon tidak menerima bansos dari program lain dan belum terdaftar RT/RW, bisa melapor pada pemerintahan desa.

Selanjutnya, calon penerima yang memenuhi syarat namun tidak punya NIK dan KK dapat langsung menerima bansos, tanpa harus membuat identitas lebih dulu. Penerima harus tinggal di desa tersebut dan menulis alamat lengkapnya.

BST akan diberikan pada penerima yang namanya sudah terdaftar dan datanya valid.

Besaran Bantuan Sosial Tunai sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Nomor 22/6/SK/HK.02.02/6/2020 diktum kedua dibagi dua.

Untuk tahap 1 sampai tahap 3 senilai Rp. 600/keluarga. Sedangkan tahap 4 sampai tahap 9 sebesar Rp. 300.000/ keluarga.

Pada diktum ketiga juknis tersebut diuraikan pula waktu pemberian BST yang dimulai sejak bulan April 2020 sampai dengan bulan Desember 2020 yang terdiri dari tahap I sampai dengan tahap IX. (Arif)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *