Diduga Korupsi ADD, Kades Limbong Terancam Dibui

Viewer : 230 Kali
Sekjend LPPM Indonesia
Sekjend LPPM Indonesia

Masamba_Lutra, Libasnews.co.id-
Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana desa di desa Limbong Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara, terus digenjot.
Hal itu diungkapkan Iptu. Syamsul Rijal, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Luwu Utara, senin, 2/12/2019, sebagaimana disampaikan Lembaga Pemerhati dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPM Indonesia) melalui press rilis yang diterima redaksi libasnews rabu,4/12/2019.
Melalui press rilisnya, DPP LPPM Indonesia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian resort Luwu Utara untuk mempertanyakan kelanjutan penanganan perkara yang telah dilaporkannya beberapa tahun lalu.
Dalam pernyataannya, DPP LPPM Indonesia menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, tim audit pun telah menemukan adanya kerugian dalam pengelolaan keuangan negara didesa Limbong.
Dalam press rilisnya, LPPM Indonesia menjelaskan bahwa pihak penyidik polres luwu utara melalui Kasat Reskrim telah memberikan batas waktu kepada kepala Limbong untuk mengembalikan dana yang diduga telah disalah gunakan tersebut.
Menurut Kasat Reskrim sebagaimana dikutip dari press rilis LPPM Indonesia, saat ini tim audit telah menemukan adanya kerugian negara sekitar 200 juta rupiah didalam penggunaan dana desa di Desa Limbong.
Lanjut Kasat Reskrim, sampai saat ini, kepala desa limbong baru mengembalikan dana sekitar 40 juta.
“Padahal batas waktu pengembalian yang telah diberikan polisi hanya sampai juli. Sekarang sudah akhir tahun tapi belum juga ada penyelesaian. Ini menandakan oknum tersebut tidak ada niat baik.” Ungkap Sekjend DPP LPPM Indonesia dalam press rilisnya yang diterima redaksi libasnews.
Selanjutnya pihak LPPM Indonesia menegaskan akan melaporkan adanya dugaan permainan dalam penanganan kasus tersebut jika tetap penyidik tidak segera menuntaskan kasus tersebut.
Pihak LPPM Indonesia mengklaim sudah menemukan beberapa bukti yang membuat kasus dugaan korupsi didesa yang berada dipegunungan tersebut belum juga dituntaskan penyidik.
“Itu semua akan kita uraikan dalam laporan ke Mabes Polri, Kompolnas dan sejumlah lembaga tinggi terkait bila kasus ini tidak segera dituntaskan.” Tegas kubu LPPM Indonesia yang mengaku sebagai pelapor dalam dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Limbong beberapa tahun lalu itu.
“Saat ini kasat Reskrim sudah mengaku akan menaikkan status terlapor jika dibulan ini belum juga mengembalikan dananya. Ini berarti pintu Bui sudah terbuka untuknya.” Terang Musnahar yang dihubungi saat press rilisnya diterima redaksi. (Ishak/R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *