Diduga Salahgunakan BBM Subsidi, SPBU Puncak Indah Terancam Disangsi

Viewer : 263 Kali
20200108_070632
SPBU Puncak Indah Malili yang disinyalir menyalahgunakan BBM bersubsidi

Malili_Lutim, Libasnews.co.id-

BBM meminta izin untuk BBM di Malili, Dinas Perdagangan dan Koperasi Luwu Timur.

Melalui pesan whats app-nya, Dinas Pedagangan dan Koperasi Luwu Timur, melalui Andi Tenri yang kini diminta sebagai kepala bidang perdagangan, membantah telah mengeluarkan banyak sumbangan untuk mengambil BBM bersubsidi.

Kepada media ini Andi Tenri menjelaskan tentang itu selama tahun 2019, khusus untuk SPBU Puncak Indah, Dinas Perdagangan dan Koperasi Luwu Timur hanya mencatat 29 evaluasi aktif.

Jumlah maksimum pengambilan sebanyak 90 liter yang didalamnya sudah termasuk premium dan solar. Sebagai contoh, terang A.Tenri, jika mereka mengambil 

Selain itu volume (90 liter) untuk mengambil BBM menggunakan rekomendasi, waktu mengambil BBM dan mengatur 2 kali penilaian, lanjut A.Tenri.

Hal lain yang diatur dalam pengambilan BBM adalah persetujuan yang diberikan penerima manfaat.

Menurut A.Tenri, yang berhak mendapatkan persetujuan mengambil BBM bersubsidi adalah Kelopok Tani dan Nelayan untuk digunakan pada alat Pertanian dan Transportasi udara serta penyeberangan.

“Rekomendasi diberikan kepada kelompok tani & kapal untuk BBM alat pertanian & transportasi udara dan penyembrangan,” ungkap A.Tenri.

Bicara soal membantah dalam penyaluran BBM bersubsidi, A.Tenri mempertanyakan Dinas Perdagangan dan Koperasi Luwu Timur akan tetap memberikan sangsi kepada setiap pelanggar.

Untuk warga yang ketahuan menyalahgunakan rekomendasi, Dinas Perdagangan akan mencabut rekomendasiny. Sementara untuk SPBU yang seharusnya menyalahgunakan BBM bersubsidi, akan diberikan teguran, dibuatkan laporan ke pertamina.

Penegasan soal pemberian sangsi hingga disetujui oleh warga yang menyalahgunakan BBM bersubsidi disampaikan Rosmiyati Alwi, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Luwu Timur.

“kami akan menarik Kalo ada yang lolos,” tegasnya melalui pesan whats app. (Arsad / R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *