Dinas Pendidikan Konawe Apresiasi Laporan Orang Tua Murid SDN Pinole

Viewer : 65 Kali
Orang Tua Murid SDN Pinole Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe Provinsi Sultra Mengadu ke Dinas Pendidikan
Orang Tua Murid SDN Pinole Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe Provinsi Sultra saat mengadu ke Dinas Pendidikan

Konawe_Sultra, Libasnews.co.id-

Gayung bersambut, pengaduan orang tua murid atas sikap guru SDN Pinole Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe Provinsi Sultra mendapat sambutan positif dari dinas pendidikan konawe.

Pengaduan tersebut datang dari Ahmad D, salah satu orang tua murid SDN Pinole yang mulai geram dengan ulah oknum guru yang dinilainya tidak lagi menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Persoalan tersebut dikemukakan Ahmad saat ditemui dikediamannya beberapa waktu lalu.

Kepada awak media ini, Ahmad mengaku seharusnya tidak ada masalah dengan sistem pendidikan yang diterapkan selama musim Pandemi Covid-19. “Namun yang menjadi persoalan jika tenaga pendidik tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” terang Ahmad.

Lebih jauh Ahmad menjelaskan, metode pendidikan yang diterapkan selama masa Pandemi Covid-19, baik melalui aplikasi handphone maupun proses tatap muka dirumah masih baik, karena anak mereka masih bisa belajar.

“kami sangat bersyukur sekali sebab anak kami akan tetap belajar,” tutur Ahmad.

Sayangnya, lanjut Ahmad, aturan yang diberlakukan tidak maksimal disebabkan guru yang ada cuman fokus tanam Nilam dan berbagai kesibukan lain, dari pada mengurus tugas pokoknya sebagai pengajar sekolah.

“Pada akhirnya anak kami lebih pintar memancing dari pada membaca,” imbuhnya.

Saat berkunjung ke kantor dinas pendidikan konawe untuk mengadukan persoalan pendidikan anaknya di SDN Pinole, Ahmad diterima kepala seksi kompetensi dan pengembangan karir, Asran Lasahari. S. Pd.,MM.

Kepada Ahmad, kadis pendidikan konawe melalui Asran mengaku bersyukur karena orang tua siswa mau meluangkan waktunya untuk datang menyampaikan persoalan yang terjadi di SDN Pinole.

Menurut Asran aturan dinas pendidikan Konawe itu ada dua metode belajar, yakni luring dan daring, akan tetapi bisa juga disekolah. “sebab kalau mau belajar daring kita tau sendiri dikecamatan Latoma susah jaringan internet, dan sebenarnya bisa disekolah sebab diatas itu (red Latoma) bukan termasuk Sona merah jauh dari kota,” ucap Asran.

Lanjut Asran mengatakan, “saya juga tau kondisi disana jadi apapun bentuk keluhan bapak saya akan sesegera mungkin laporkan ke Kadis pendidikan Konawe, sedikit tambahan, kebetulan kepala sekolahnya dari Konawe sini kemungkinan jauh jadi kurang efektif, jadi kalau sekedar saran mungkin kalau bisa kepala sekolahnya warga diatas ya,” tutur Asran.

Terpisah, kepala sekolah SDN Pinole, yang ditemui dikediamannya mengakui jika proses kegiatan belajar mengajar disekolah yang dipimpinnya tidak berjalan maksimal, karena beberapa faktor.

“Yang pertama kursi, meja, dan perabot lainya tidak ada. Adapun kegiatan lain saya sudah bagi ada beberapa guru PNS dan GTT untuk turun dari rumah kerumah namun kendalanya adalah sebahagian guru tidak ada yang menetap disana,” tuturnya.

Dirinya pun mengucapkan rasa terima kasih kepada orang tua murid yang telah menyampaikan pengaduan kedinas Pendidikan Konawe.

“Saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada orang tua siswa yang telah menyampaikan keluhannya kedinas semoga guru yang ada bertugas disana bisa termotivasi untuk menjalankan tugas mereka sebagai abdi negara. (Adrian/Tamrin)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *