Dugaan Penyerobotan Lahan Warga Oleh Oknum Mantan Bupati Tolitoli Kian Memanas

Viewer : 362 Kali
Dugaan Penyerobotan Lahan Warga Oleh Oknum Mantan Bupati Tolitoli Kian Memanas
Dugaan Penyerobotan Lahan Warga Oleh Oknum Mantan Bupati Tolitoli Kian Memanas

Laporan : Tim Media

Palu_Sulteng, Libasnews.co.id-

Kasus penyerobotan kebun kelapa Rakyat milik warga kelurahan Nalu, Tolitoli, Sulteng milik yang diduga melibatkan mantan Bupati Tolitoli, Moh.Saleh Bantilan,SH.MH alias Alex, kian memanas.

Pasalnya, setelah penyidik polres Tolitoli mengeluarkan SP3, pihak pelapor keberatan, hingga proses hukum selanjutnya diambil alih penyidik kepolisian daerah Sulawesi Tengah, guna dilakukan “Gelar Perkara Khusus” yang berlangsung hari ini, Senin, 18/10/2021 di polda sulteng.

Gelar khusus itu dipimpin wasidik polda sulteng, Yusuf, dengan menghadirkan Hasanudin sebagai pelapor, Alex sebagai terlapor, dan tim penyidik polres Toli-Toli, bersama tim ops reskrim polda Sulteng.

Menurut korban, sebelum diterbitkannya SP3, sejumlah kejanggalan telah diperlihatkan penyidik dalam menangani kasus ini.

Hasanudin Lamatta, korban pelapor dalam kasus ini menjelaskan, sejak ditangani penyidik polres Tolitoli selama kurun waktu 10 bulan, telah tampak sejumlah kejanggalan, mulai pemberian keterangan kepada pelapor, hingga pemberian keterangan kepada wartawan yang hendak meliput perkembangan kasus tersebut.

Selain penyerobotan, lahan perkebunan kelapa milik warga tersebut ternyata juga dikaitkan dengan sejumlah kasus dugaan korupsi.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya kasus penyerobotan lahan warga ini sempat viral diberbagai media nasional karena dilaporkan terkait dugaan tindak pidana Korupsi Proyek Cagar Alam.

Sumber terpercaya media ini menyebutkan, lahan perkebunan kelapa milik warga yang dilaporkan atas dugaan penyerobotan itu telah berulang kali dialokasikan anggaran dari APBD. Kabupaten Tolitoli.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dialokasikan diatas lahan “serobotan” tersebut sudah lebih dari Rp. 1,594 Milyar.

Anggaran tersebut konon dialokasikan untuk pembangunan rumah Raja (Barle Adat Masigi Totolri),

Lebih jauh sumber tersebut menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan rumah raja tahun 2020 diatas lahan “serobotan” tersebut sebesar Rp 950 juta.

Namun karena dianggarkan berulang kali, kini proyek yang berada diatas lahan serobotan tersebut telah menghabiskan Kas Daerah (APBD) sebesar Rp. 1.594.913.926

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *