H. Iqbal Amputra Menjadi Tergugat Terkait Perkara Tanah di PN Baturaja

Viewer : 112 Kali
H. Iqbal Amputra Menjadi Turut Tergugat di PN Baturaja Terkait Perkara Soal Tanah, di PN Baturaja.
H. Iqbal Amputra Menjadi Turut Tergugat di PN Baturaja Terkait Perkara Soal Tanah, di PN Baturaja.

Oku_Sumsel, Libasnews.co.id-

Notaris & PPAT H. Iqbal Amputra, SH., M.Kn., yang beralamat di jl. Cut Nyak Dien, Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU menjadi turut tergugat dalam perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH), pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja yang telah memasuki masa Sidang Putusan. Yang mana diketahui, sidang Putusan rencananya bakal di gelar pada akhir bulan Oktober tahun 2021 nanti.

Hal tersebut disampaikan Bambang Irawan, SH., selaku Kuasa Hukum dari kliennya bernama Efalah yang menjadi penggugat dalam hal perkara kasus Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang ditanganinya, terkait persoalan Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat sebidang tanah milik kliennya yang diduga telah dibalik nama tanpa sepengetahuan si klien yang merasa selaku pemilik resmi dari sertifikat ruko/tanah tersebut.

“Sebenarnya dalam kasus ini ada satu tergugat dan dua yang menjadi turut tergugat. Tergugat pertama adalah rekan dari klien kami sendiri bernama Ashabi, sedangkan yang menjadi turut tergugat kedua dan ketiga dari Notaris & PPAT H. Iqbal Amputra bersama dari BPN OKU Kabupaten OKU ,”ujar Bambang Irawan, SH., mengawali ceritanya kepada portal berita ini saat ditemui di kantornya yang beralamat di Jl. Mayor Iskandar, Senin (25/01/21).

Diungkapkan pengacara yang akrab disapa Baem ini, awal mula duduk perkara persoalan kasus Perbuatan Melawan Hukum yang sedang ditanganinya berawal pada saat sipenggugat (kliennya, red) ingin meminjam uang kepada tergugat pertama dengan jaminan sebuah sertifikat tanah milik dan atas nama penggugat sendiri. Kemudian penggugat bersama tergugat pertama pergi ke sebuah bank dengan membawa sertifikat tersebut sebagai jaminan agar bisa mendapatkan akad pinjaman.

Seiring bergulirnya waktu, uang yang ingin dipinjam penggugat tidak kunjung tiba. Sehingga sipenggugat membatalkan niatnya dan mengambil sertifikat miliknya di kantor Notaris & PPAT H. Iqbal Amputra, SH., M.Kn. Setelah sertifikat diambil, selanjutnya penggugat kaget ketika mengetahui objek tanah yang ada didalam sertifikat miliknya sudah berpindah tangan hak kepemilikan kepada tergugat pertama. Sementara penggugat tidak pernah merasa menjual tanah tersebut kepada si tergugat.

“Klien saya mengaku tidak pernah merasa menjaul tanahnya kepada tergugat pertama, apalagi menandatangani surat jual beli. Tapi, fakta dipersidangan menyebutkan jika si tergugat pertama memiliki Akta Jual Beli (AJB) yang dikeluarkan oleh notaris disusul dengan sertifikat baru dari tanah milik klien saya yang sudah dipindah namakan atas nama tergugat pertama. Bagaimana itu bisa terjadi, sementara sertifikat asli masih ada ditangan klien saya. Dari sini kami menyimpulkan apa yang dilakukan pihak tergugat dan turut tergugat diduga adalah Perbuatan Melawan Hukum ,”ujar Bambang Irawan.

Menurut Bambang, sidang perkara Perbuatan Melawan Hukum yang diajukannya kepada Pengadilan Negeri Baturaja berdasarkan kenapa bisa terbitnya Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat tanah baru tanpa persetujuan dari pemilik sah tanah yang dimaksud. Selain itu, Bambang Irawan juga mempersoalkan kenapa adanya surat kehilangan yang dikeluarkan oleh notaris sebagai salah satu syarat untuk mengubah sertifikat yang lama. Sementara sertifikat lama atas nama kliennya tidak hilang.

“Yang lebih mengherankan lagi, untuk membuat sertifikat baru tersebut ada surat kehilangan sertifikat lama yang dikeluarkan oleh Notaris. Padahal sertifikat lama atau yang asli tidak pernah hilang, dan hingga saat ini masih berada ditangan klien kami. Efek dari keluar nya sertifikat baru tersebut, membuat sertifikat lama yang berada di tangan klien kami setelah dicek telah di blokir, dengan alasan karena telah terbit sertifikat yang baru atas nama tergugat pertama tadi. Sehingga menyebabkan klien kami merasa dirugikan dan mengambil langkah hukum ini melalui pengadilan ,”urai Bambang Irawan.

Terpisah, sementara itu Iqbal Amputra saat ditemui di hari yang sama di kantor notarisnya menyampaikan pembelaannya secara detail kepada media Indonesia45.com yang datang bersama seorang rekan wartawan lainnya. Namun anehnya, pada saat itu setiap perkataan pembelaan yang keluar dari mulut Iqbal Amputra tidak bersedia direkam oleh wartawan media ini untuk di tulis berita. Dengan alasan dirinya baru bersedia di wawancara secara resmi jika wartawan media ini sudah mengkonfirmasi pihak tergugat pertama dan turut tergugat BPN Kabupaten OKU.

“Apa yang saya sampaikan tadi cuma sekedar untuk diketahui oleh kalian (wartawan, red) saja, tolong jangan dulu direkam. Lagi pula masalah ini sudah masuk di pengadilan, dan benar tanggal 1 bulan 11 nanti rencananya akan digelar sidang putusan. Namun apabila ingin menulis beritanya, lebih baik silahkan masalah ini kalian tanya atau konfirmasi dulu ke tergugat pertama. Nanti saya kasih nomor kontak Kuasa Hukum nya ,”tandas Iqbal Amputra.

Selanjutnya, melalui nomor kontak yang diberikan Notaris Iqbal Amputra. Wartawan media ini berhasil berkomunikasi sekaligus melakukan wawancara via telepon seluler kepada Syayuti Rambang, SH., selaku Kuasa Hukum pihak tergugat pertama. 

Dalam keterangannya, kuasa hukum tergugat pertama menyampaikan, setelah mengikuti beberapa proses persidangan sebelumnya dan sudah mendengarkan berbagai keterangan dari beberapa saksi yang telah dihadirkan, Syayuti Rambang mengatakan sebagai dari pihak tergugat, pihaknya berkewajiban untuk menjawab apa yang disampaikan pihak pengadilan kepada pihaknya. 

“Intinya begini, kami selaku tergugat hanya menjawab apa yang harus kami jawab. Kita doakan saja semoga proses sidang putusan nanti berjalan sebagaimana mestinya ,”ucap Syayuti Rambang, SH. (Alv)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *