Harga Gas 3Kg Meroket, LSM JARI Indonesia Desak Perketat Pengawasan

Viewer : 133 Kali
Harga Gas 3Kg Meroket, LSM JARI Indonesia Desak Perketat Pengawasan
Harga Gas 3Kg Meroket, LSM JARI Indonesia Desak Perketat Pengawasan

Morut_Sulteng, Libasnews.co.id –

Gas bersubsidi ukuran 3kg, meroket tembus Rp.40,000. Kondisi tersebut disinyalir terjadi terjadi akibat ulah oknum “Mafia” gas, di wilayah Kabupaten Morowali utara (Morut).

Ironisnya, penjualan Gas Elpiji bersubsidi ukuran 3kg yang disinyalir sudah berlangsug cukup lama itu, seakan dibiarkan tanpa ada upaya memberikan sanksi tegas.

Seperti yang ungkapkan Aderli Ngalu, salah seorang penjual jajanan kue dan pop ice yang ditugaskan menjual gas bersubsidi di daerah itu, di Kolonodale, (14/10/20) sekitar pukul 08.38Wita.

“Tabung ini hanya dititip Janifa untuk dijualkan. Harga sudah ditentukan 40ribu pak, Saya tidak tau apa-apa pak. Gas itu hanya dititip saya jualkan setiap harinya. Saya juga tidak tau apa ada izinnya atau tidak, “tutur Aderli Ngalu.

Selain itu, Aderli Ngalu, juga mengatakan, oknum Janifa, yang diduga sebagai salah satu oknum penimbun Gas Elpiji selama ini, adalah warga yang berdomisili di Lr. kamboja, Kota Kolonodale, kecamatan Petasia, kabupaten Morut.

“Janifa itu tinggal dibelakang Lr.Kamboja ini pak, “tandas Aderli Ngalu, diamini sejumlah warga lainnya yang kebetulan sedang membeli jajan jualannya. 

Atas permasalahan itu, Direktur LSM JARI Indonesia, Andi Samsu Alam, melalui sambungan via phon selluler menyatakan, sangat perihatin dan menyesalkan sikap pihak pertamina yang seakan membiarkan kondisi itu, terjadi begitu saja.

Selain itu, Andi Samsu Alam, yang lebih akrab disapa Andi Alam, lanjut menyatakan akan melakukan investigasi lanjutan, untuk mengumpulkan data, serta keterangan atas dugaan penimbunan Gas Epiji itu.

“Permasalahan ini sudah lama kita endus. Data dan oknumnya-pun kita sudah deteksi bahkan sudah ada beberapa oknum yang patut diduga sebagai pelaku. Kita tinggal menunggu waktu saja, “terang Andi Alam.

Selain itu, Andi Alam juga mengatakan, “yang lebih fatal lagi, kita belum lama ini, menerima pengaduan sejumlah pangkalan atas ulah nakal salah satu Agen Resmi di Kolonodale, yang diduga kuat elegant melakukan upaya penekanan perinsip untuk mendukukung salah satu calon tertentu pada pilkada Morut, 9 Desember 2020 mendatang.

Sementara, sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam permasalahan itu, hingga berita ini ditayangkan, belum sempat dikonfirmasi, dengan dalih lagi tidak ditempat. (Al)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *