Jalan Hos Cokroaminoto Siantar Semrawut, Aparat Diminta Tegas

Viewer : 543 Kali
IMG-20210508-WA0064
Salah satu toko yang disinyalir jadi biang kemacetan di Jalan Hos Cokroaminoto Siantar

Pematangsiantar_Sumut, Libasnews.co.id-

Fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki. Tapi apa jadinya jika jalan tersebut dikuasai para pengusaha sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas, bahkan tak jarang terjadi kecelakaan.

Sebagaimana yang terjadi dijalan Hos Cokroaminoto, kelurahan baru, kecamatan siantar utara.

Ditempat ini, para pengusaha tampak tidak pernah memikirkan hak orang lain sehingga sering terjadi kemacetan.

Hal itu tampak dari kegiatan usaha mereka yang memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat usaha.

Kesemrawutan hingga kemacetan yang terjadi di seputar jalan Hos Cokroaminoto juga diungkapkan As (41), seorang warga jalan Hos Cokroaminoto yang ditemui awak media, Minggu, 9/5/2021.

“Aku mau ketoko besi bang hendak membeli paku dan semen tapi mau jalan aja aku payah kali bang jalan sikit aja uda di klaksonin aku bang, abang tengoklah para ASENG ini suka suka bapaknya aja berbengkel sampai ke bahu jalan, terutama Bengkel Panjang itu bang Macam dia pemilik siantar ini,” jelasnya.

Anehnya, satuan polisi pamong praja yang biasanya garang terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), tampak tak berdaya dihadapan para pengusaha nakal disepanjang jalan Hos Cokroaminoto ini.

Saat dikonfirmasi, Satpol PP kota pematang siantar mengaku telah berulangkali mengingatkan para pengusaha tersebut, namun tetap tidak dihiraukan.

Pantauan awak media dilokasi tersebut, terlihat sejumlah pengusaha menggunakan “bahu jalan” dalam menjalankan usahanya, hingga kerap menjadi sumber kemacetan panjang.

Warga setempat berharap, Satpol PP Kota Pematangsiantar mengambil tindakan tegas dan jelas seperti yang pernah dilakukan terhadap pedagang kaki 5 (Lima) yang disebutnya main angkat, sikat serta sita jika tidak mengindahkan himbuan yang telah di beritahukan.

Maraknya aksi “usaha mafia” disepanjang Jalan Hos Cokroaminoto tersebut membuat warga merasakan diskriminasi dalam penegakan hukum, khususnya dalam hal penertiban pedagang.

“Jika masyarakat pribumi yang dilaporkan langsung saja main sikat, angkat, dan denda,” ungkap seorang warga kecewa.

Warga berharap, para pengusaha dijalan Hos Cokroaminoto ini agar tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya, termasuk memperhatikan hak para pejalan kaki dan pengguna jalan raya.

Harapan warga agar aparat penegak hukum, khususnya satpol PP dan dinas perhubungan Pematangsiantar pun disampaikan melalui awak media ini.

“Tolong bagi seluruh aparat yang membidangi, agar jalan hos cokroaminoto ditata dengan baik sehingga tidak menimbulkan kemacetan, serta bisa digunakan para pejalan kaki tanpa harus mengganggu hak orang lain.” harap warga. (Moeisz)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *