Korban Dugaan Penipuan di PT. Amanah Finance Kini Merasa Diperas

Viewer : 949 Kali
Surat Somasi yang ditemukan Korban didepan pintu rumahnya, Sabtu, 26/6/2021
Surat Somasi yang ditemukan Korban didepan pintu rumahnya, Sabtu, 26/6/2021 pagi.

Palopo, Libasnews.co.id-
Kesal, Rusniati, mendesak penyidik kepolisian resort Palopo segera menuntaskan laporan kasus dugaan penipuan dan penggelapan pembayaran angsuran dan BPKB kendaraan miliknya.
Desakan tersebut disampaikan korban melalui pesan singkat yang diterima redaksi libasnews, Sabtu, 26/6/2021.
Dalam pesan singkatnya, korban merasa kesal dengan ulah penanggung jawab PT.Amanah Finance karena belum juga menyerahkan BPKB mobil yang dibeli dan telah dilunasi beberapa tahun silam.
Menurut korban, Mobil Toyota Innova yang dibeli telah dilunasi sejak tahun 2018, namun hingga kini BPKB kendaraan tersebut tak kunjung diberikan.
Lebih lanjut korban menjelaskan, sejak pelunasan, korban dan keluarganya sudah berulang kali mendatangi kantor PT. Amanah Finance untuk meminta BPKB miliknya, namun tidak kunjung diberikan.
Korban mengaku hanya selalu mendapat janji saat meminta BPKB kendaraan miliknya.
“Waktu kami sudah lunasi, Amanah Finance Palopo menyuruh kami menunggu dengan alasan BPKB-nya sedang diproses dari Amanah Finance Kalla Group Makassar.” ungkap korban sembari menunjukkan bukti kwitansi pelunasan dari PT.Amanah Finance Palopo.
Pada kwitansi pelunasan yang diperlihatkan korban, tertera identitas kendaraan serta keterangan jika BPKB kendaraan atasnama Rusniati,SKM sementara diproses dikantor pusat PT. Amanah Finance Kalla Group.
“Adapun mengenai BPKB masih dalam proses order dikantor pusat PT. Amanah Finance Kalla Group,” tulis keterangan dalam bukti pelunasan milik korban.
Surat bukti pelunasan kendaraan milik Rusniati dengan No.054/AF-LWR/III/2018 tersebut dibuat dan ditandatangani Kepala Cabang PT. Amanah Finance Kota Palopo atas nama Muh. Albar Umar tertanggal 31/3/2018.
Selain mendatangi kantor PT. Amanah Finance Palopo, korban bersama keluarganya bahkan mengaku telah berulangkali mendatangi kantor PT. Amanah Finance Makassar untuk mempertanyakan BPKB miliknya, namun korban hanya selalu mendapat janji.
Yang membuat korban semakin kesal, pihak Amanah Finance justru menuduh korban memiliki tunggakan sehingga BPKB miliknya tidak kunjung diserahkan.
“Ini betul-betul kelewatan. BPKB ku na ambil, nabilang lagi saya menunggak. Kalau memang menunggak, kenapa tidak dari dulu mereka datang sampaikan.” Ungkapnya kesal.
Menurut korban, tagihan tunggakan justru datang setelah korban melaporkan kasus tersebut kepada polisi.
“Ini betul-betul aneh,” terang korban heran.
Kepada awak media ini, korban mengaku tidak hanya merasa ditipu, namun juga terkesan diperas.
“Bayangkan, setelah saya laporkan, tiba-tiba ada tagihan tunggakan dikirimkan,” ungkapnya heran.
Lebih jauh korban menjelaskan, surat tagihan yang buat pihak Amanah Finance tersebut justru mengarah kepada upaya pemerasan.
“Coba kita lihat, mereka mengirim surat somasi yang katanya dari salah satu advokat dan menyuruh saya membayar. Ini maksudnya apa. Mau mengancam dan menakuti biar saya kasi uang,” sambung korban bertanya.
Olehnya itu, melalui awak media ini, korban meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti pengaduan yang telah disampaikan dengan mengusut tuntas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang kini bahkan mengarah kepada pemerasan terhadap diri korban. (Arief rc/R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *