Lagi, Bantuan Alsintan Bombana Diperjualbelikan, Aparat Diminta Turun Tangan

Viewer : 295 Kali
Bantuan Alsintan ISEKI yang disebut telah dijual oknum pengurus kelompok
Bantuan Alsintan ISEKI yang disebut telah dijual oknum pengurus kelompok

Laporan : Andi Zulfitrah

Bombana_Sultra, Libasnews.co.id-

Bantuan kelompok tani alat mesin pertanian (Alsintan) pemotong padi merk ISEKI, Combien Harvester HC. 80P diduga telah diperjualbelikan.

Hal itu berdasarkan informasi seorang sumber berinisial A dari Desa Passare Apua, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, (18/04/2021).

Menurutnya, bantuan Alsintan tersebut telah dijual dengan harga Rp.90.000.000 (Sembilan Puluh Juta Rupiah) dan dikirim ke-Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Sepengetahuan saya juga ada surat kontrak sewa pakai alat yang di buat. Tetapi itu akal akalan saja, sebab apa bila dikemudian hari ada tim pemeriksa bahwa surat itulah yang akan mereka perlihatkan bahwa alat tersebut ada di tempat lain, seolah Alsintan tersebut telah disewakan,” Ungkapnya.

Mendengar informasi itu, awak media pun mencoba melakukan penelusuran dengan menghubungi pihak kelompok tani penerima bantuan sekaligus orang yang disebut telah menjual bantuan tersebut.

Dari hasil wawancara dengan “R”, salah satu anggota kelompok yang diketahui menjabat sebagai sekretaris, diketahui jika bantuan Alsintan tersebut telah dijual.

Sekretaris kelompok tani tersebut berdalih, bantuan Alsintan tersebut dijual karena tidak mampu membiayai jika terjadi kerusakan.

“Jujur saya jual karena sudah tidak sanggup biayai apa bila ada kerusakan dan juga susah cari Onderdilnya,” jelasnya.

Sekretaris kelompok tani tersebut bahkan berani dan mengaku siap untuk dilaporkan atas tindakannya menjual bantuan Alsintan yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat petani ini.

Keberanian sekretaris kelompok tani tersebut menjual bantuan Alsintan yang telah diterimanya ternyata juga memiliki alasan yang dinilainya kuat.

Dalam penjelasannya, sekretaris kelompok tani tersebut mengaku bantuan Alsintan yang diterimanya tidak “gratis”.

“Kalau mau dilaporkan dan dipanggil terserah saja pak saya tunggu, karena saya juga ambil alat tersebut tidak gratis tapi menjolok,” ungkapnya dengan nada menantang.

Hingga berita ini ditayangkan, sejumlah pihak terkait belum memberikan tanggapan.

Surat keterangan “Kontrak alat” yang diduga kuat dibuat guna mengelabui aparat saat pemeriksaan
ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *