Laporan Pencurian Kapal Bantuan Yang Diduga Dilakukan Ketua Koperasi MappatuoE Menunggu Gelar Perkara

Viewer : 145 Kali
Kapal Nelayan yang dilaporkan hilang.
Gambar diambil saat masih berada di pelabuhan Malili, Luwu Timur
Kapal Nelayan yang dilaporkan hilang.

Gambar diambil saat masih berada di pelabuhan Malili, Luwu Timur.

Malili_Lutim, Libasnews.co.id-

Laporan pencurian kapal yang dilaporkan Hisbullah ke Mapolres Luwu Timur beberapa waktu lalu memasuki babak baru.

Melalui pesan singkat yang disampaikan keredaksi libasnews, Hisbullah selaku pelapor mengaku telah meminta hasil perkembangan penyelidikan atas laporan yang telah disampaikannya ke penyidik polres lutim.
Dalam keterangannya Hisbullah menyebutkan bahwa penyidik mengaku sisa menunggu waktu yang tepat untuk melakukan gelar perkara.
Dalam salah satu pesan singkat yang diterima, salah satu penyidik menjelaskan bahwa proses pemeriksaan saksi pun sudah selesai dilakukan.
“Tinggal mo di Gelar perkara itu pak. Tinggal cari waktu kpan ada kesediaan pimpinan gelar. krn efek Covid 19.
Sudah semua mi riksa saksi2 terkait.” Jelas salah penyidik melalui pesan singkatnya kepada Hisbullah.
Untuk diketahui, Hisbullah melaporkan pencurian kapal bantuan kelompok nelayan yang dibawa penguasaannya ke Mapolres Luwu Timur, Sabtu, 1/2/2020.
Kepada awak media ini Hisbullah menjelaskan, selain kehilangan kapal, sejumlah peralatan pribadi miliknya yang berada dalam kapal tersebut pun ikut terbawa (hilang).
Lebih jauh Hisbullah menjelaskan, Kapal hilang yang kini dilaporkannya merupakan bantuan dari Menteri perikanan dan kelautan tahun anggaran 2016 kepada kelompok nelayan “Ambe Mase” yang beralamatkan di Desa Poreang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara. Atas kesepakatan bersama, pengelolaan dan perawatan kapal tersebut pun akhirnya dipercayakan kepadanya.
Selain keterampilan menakhodai kapal, oleh kelompoknya Hisbullah dipercaya dapat mengelola dan merawat kapal tersebut dengan baik.
Akibat pencurian kapal milik kelompoknya tersebut, Hisbullah mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
“Itu kapal memang milik kelompok, tapi selama dalam penanganan saya, segala biaya perawatan saya yang tanggung, termasuk penambahan berbagai kelengkapan melaut yang ada didalam kapal tersebut,” terangnya.

Tidak hanya itu, sejumlah barang pribadi miliknya pun ikut raib bersamaan dengan hilangnya kapal tersebut.

Informasi yang dihimpun awak media ini menyebutkan bahwa salah satu pelaku yang diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut (Laporan Dugaan Pencurian Kapal,red), merupakan ketua koperasi Tambak dan Nelayan MappatuoE berinisial AHM, yang beralamatkan di Desa Tammuku, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara. (Arsad).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *