“Mafia BBM Bersubsidi” Nyaris Akibatkan Bentrokan Di SPBU Puncak Indah

Viewer : 379 Kali
Keributan Didepan SPBU Puncak Indah Akibat Banyaknya Pelansir BBM Bersubsidi
Keributan Didepan SPBU Puncak Indah Akibat Banyaknya Pelansir BBM Bersubsidi

Malili_Lutim, Libasnews.co.id-

Lagi, keributan kembali terjadi di SPBU 74-929-02 yang terletak di jalan poros trans sulawesi, desa Puncak Indah, kecamatan Malili, rabu, 8/1/2020, sekira pukul 7.30 pagi hari.

Persoalannya pun sangat klise, yakni banyaknya warga yang memanfaatkan BBM bersubsidi sebagai ladang bisnis yang menggiurkan. Akibatnya, di SPBU ini tiap hari terjadi antrian panjang.

Anehnya, meski mereka telah mengetahui bahwa menyalahgunakan BBM bersubsidi dengan menjadikannya ladang bisnis, namun para “pelansir” BBM ini seolah tak takut lagi.

Bahkan yang lebih mengherankan, pihak SPBU pun memberikan kebebasan bagi mereka yang mengambil BBM bersubsidi secara berlebihan dengan tujuan bisnis.

Hal inilah yang mengakibatkan salah satu pengantri geram sehingga mengakibatkan keributan didepan SPBU, bahkan nyaris terjadi bentrok.

Beruntunglah sejumlah warga lain yang sedang ikut antrian segera melerai sehingga kontak fisik dapat terhindarkan.

Dari pantauan awak media ini dilapangan, tampak salah satu pengantri yang ribut tersebut mengaku kesal karena banyaknya “pebisnis” BBM bersubsidi yang terus diberi keleluasaan mengisi BBM, sedangkan antrian warga “umum” terus bertambah memanjang.

Dari keterangan singkat yang diperoleh dilapangan menyebutkan bahwa SPBU yang terletak dikawasan puncak indah ini memang tiap hari terjadi kelangkaan BBM.

Bahkan, dalam salah satu penelusuran Tim Media Libasnews mengenai informasi kelangkaan BBM di SPBU yang berada di jalan poros trans sulawesi ini, ternyata ditemukan fakta yang lebih mencengangkan.

Jangankan BBM untuk penjualan umum, stok BBM untuk emergency pun habis.

 

Pernyataan salah satu petugas SPBU menyatakan bahwa saat itu BBM Emergency sudah kosong. Padahal saat itu masih siang bolong. (R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *