Oknum Kades Saponda Laut – Konawe Sunat Honor Aparat.?

Viewer : 403 Kali
IMG-20210428-WA0001

Samsul, salah satu perawat Desa yang mengaku honornya di potong oknum kades Saponda Laut
Nama aparat penerima honor desa Saponda Laut

Laporan : Andi Zulfitrah

Konawe_Sultra, Libasnews.co.id-

Perawat desa Saponda Laut, Samsul mengungkapkan adanya pemotongan honorarium perangkat desa yang diduga dilakukan “As” oknum kepala desa Saponda Laut sejak tahun anggaran 2019 hingga tahun anggaran 2020.

Pembayaran honorarium perangkat desa Saponda Laut tahun anggaran 2019 yang telah direalisasikan pada awal April 2021 lalu hanya yang dialokasikan pemerintah daerah Konawe sebanyak 4 bulan, dengan jumlah nominal bervariasi dan diberikan kepada perangkat desa berdasarkan jabatan perangkat desa tersebut.

Adapun rincian pemotongan gaji aparat yang diduga dilakukan oknum kepala desa Saponda Laut tahun anggaran 2019 adalah sebagai berikut :

Sekretaris desa Saponda Laut hanya menerima Rp 1.000.000 yang seharusnya di terima sebanyak Rp. 6.000.000 juta dengan jumlah honorrarium sebesar Rp 1.500.000/bulan,

Kasi pelayanan dan kesejahteraan seharusnya yang diterima masing-masing sebesar Rp. 5.000.000 tetapi yang diterima hanya Rp. 1.900.000 dengan jumlah honorrarium perbulannya sebesar Rp 1.250.000

Kaur Perencanaan yang di terima hanya Rp.800.000 selama 4 bulan honor perangkatnya, seharusnya yang diterima sebesar Rp. 5.000.000

Kepala dusun I, II dan III juga hanya menerima honorarium selama 4 bulan masing-masing sebesar Rp 1.900.000 yang seharusnya diterima sebesar Rp 5.000.000

Ketua RT II hanya mengalami pemotongan sebesar Rp. 100.000 rupiah sedangkan ketua RT disusun III hanya mengalami pemotongan sebesar Rp. 300.000 dari total honor RT selama 4 bulan lamanya sebesar Rp. 1.200.000, ketua BPD hanya mengalami pemotongan sebesar Rp 100.000

Sedangkan Kaur TU dan Umum, Kepala Dusun III dan ketua RT di dusun III sampai hari ini belum dibayarkan honornya. Sehingga jika di totalkan jumlah honorrarium yang disunat oleh kepala desa saponda laut berdasarkan data yang saya dapatkan dimasyarakat berjumlah Rp 25.400.000

Untuk tahun anggaran 2020 honorarium perangkat desa yang di bayarkan pada Desember 2020 yang lalu untuk 2 bulan berikut rinciannya :

Kasi Pelayanan, Kaur Kesejahteraan, kepala dusun I, dan kepala dusun II masing-masing mengalami pemotongan sebesar Rp 2.100.000 yang seharusnya di terima masing-masing sebesar Rp. 3.000.000/2 bulan, sedangkan Kaur Pembangunan dipotong sebesar Rp. 2.200.000 yang di terima hanya Rp. 800.000/2 bulan

Ketua RT II, ketua RT di dusun II dan Dusun III masing-masing mengalami pemotongan sebesar Rp. 400.000/2 bulan yang seharusnya diterima perangkat desa tersebut masing-masing sebesar Rp. 1.000.000. kemudian untuk honorarium Toonomotuo juga mengalami pemotongan sebesar Rp. 200.000 yang diterima hanya Rp. 700.000 yang seharusnya diterima Rp. 900.000/2 bulan.

Selanjutnya TU dan Umum serta kepala dusun III sampai hari ini belum menerima honorarium untuk 2 bulan yang telah di bayarkan pada Desember 2020 lalu. Jadi total yang di sunat honorarium perangkat desa saponda laut yang dilakukan oleh kepala desa (Asis) berdasarkan data yang di dapatkan dimasyarakat sebesar Rp. 18.000.000.

Sedangkan honor saya sebagai perawat desa saponda laut masih tersisa 5 bulan dan sampai hari ini belum di bayarkan dengan total Rp. 5.000.000

Jadi jika dihitung total pemotongan honorarium perangkat desa saponda laut yang dilakukan oleh kepala desa tahun anggara 2019 sebanyak 2 bulan ditambah 4 bulan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 41.400.000 di tambah Rp 5.000.000 menjadi Rp 46.400.000

Kepala desa saponda laut asis saat dikonfirmasi melalui via telpon mengakui telah melakukan pemotongan terhadap perangkat desanya dengan alasan saat melakukan pembayaran ia tidak mengetahui bagaimana petunjuk teknis pembayaran honorarium tersebut.

Atas kejadian tersebut kepala desa mengungkapkan akan bertanggungjawab atas kekurangan honor perangkatnya setelah urusan anaknya selesai dirumah sakit, dimana saat ini anak kepala desa saponda laut sedang dalam proses persalinan di salah satu rumah sakit yang ada di kota Kendari.

“Saya sudah telpon semua perangkat desa saya kemarin dan saya sampaikan kepada mereka saya akan bertanggung jawab atas kekurangan honorarium yang belum di bayarkan.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *