Polisi “Kejar” Tersangka Hendrikus. H.Rahmat : Kami Akan Laporkan Penyidik Jika Ada Upaya Memperlambat Proses Penyerahan Tersangka

Viewer : 327 Kali
H.Rahmat
Tersangka Penista Agama Luwu Timur

Malili, libasnews-
Kasus penistaan Agama yanh mendudukan Hendrikus Mangguali sebagai tersangka memasuki “fase baru”. Pasalnya, berkas tersangka menurut pihak kejaksaan sudah dinyatakan lengkap. Meski telah dinyatakan lengkap, namun untuk menyerahkan tersangka Hendrikus ke pihak JPU untuk selanjutnya menjalani Proses sidang rupanya tidak semudah yang terjadi pada kebanyakan kasus pidana lain.
Meskipun Kapolres sebelumnya telah menyatakan “mudah” untuk menyerahkan tersangka jika berkas telah dinyatakan P21 oleh JPU, namun kenyataannya, kini kepolisian justru nampak “kelabakan” untuk menyerahkan tersangka.
Dikonfirmasi via pesan whatsapp, Kapolres Luwu Timur hanya mengaku “sedang” mengupayakan proses penyerahan.
Saat ditanya kapan akan diserahkan, perwira dengan pangkat dua melati ini dengan singkat mengatakan “tunggu saja infonya bos”.
Kenyataan yang agak mencengangkan ditemui saat awak media mencoba menemui Iptu Elli Kendek, Kasat Reskrim Polres Luwu Timur untuk mempertanyakan perkembangan kasus ini.
Saat dikonfirmasi, Perwira yang baru beberapa waktu lalu dilantik sebagai kasat reskrim ini justru marah dan melarang awak media merekam proses wawancara.
Kepada awak media, perwira berpangkat dua balok ini mengakui jika tersangka Hendrikus tidak ada di Luwu Timur.
Iptu Elly Kendek mengakui bahwa tersangka saat ini sedang berada ditoraja.
Menyikapi lambanya proses penyerahan tersangka, hingga perginya tersangka keluar kota, H.Rahmat, pengurus FPI Luwu Timur mengaku akan mempelari dan melakukan klarifikasi ke Polres Lutim.
Hal ini sangat perlu dilakukan mengingat adanya berbagai kejanggalan dalam penanganan kasus penistaan agama ini, terang H.Rahmat.
Selain selama prosesnya yang terbilang sangat lamban, untuk menyerahkan tersangka pun kepolisian seolah “kelabakan”.
“Bahkan kelihatannya sangat susah”. ungkap aktivist FPI asal Wasuponda ini.
Kepada awak media ini, H.Rahmat mengaku akan melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri dan Kompolnas jika mereka menemukan adanya bukti “kesengajaan” memperlambat, apalagi sampai mau meloloskan tersangka dari jeratan hukum.
“Kalau sampai kami temukan bukti bahwa kasus ini sengaja diperlambat, apalagi sampai ada upaya meloloskan tersangka, kami akan laporkan Kapolres dan Kasat Res Lutim ke Mabes Polri. Bahkan ke Kompolnas hingga ke Presiden jika perlu. Kami sekarang akan mempersiapkan lakukan hearing Kapolres Lutim soal alasan tidak dilakukannya penahanan tersangka, hingga kepergian tersangka keluar daerah sedang dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka.” urai H.Rahmat yang kini menjabat sabagai wakabid Hisbah FPI Luwu Timur. (Arsad).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *