Proyek Pembangunan Prasarana Olahraga Kalombang Diduga Sarat Masalah, Dir. Eksekutif LSM Jari Indonesia Akan Sambangi Mapolres Morut

Viewer : 188 Kali
Pembangunan Sarana Olahraga Desa


Morowali Utara,  libasnews.co.id, –

Pembangunan Prasarana Olah Raga (Lapangan Sepak Bola) Desa Kalombang,  Kecamatan Bungku Utara,  Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam bentuk Hibah dari Kementrian Pendidikan dan Olah Raga (Kemenpora), Peruntukan Pembangunan Sarana dan Prasarana Olah Raga Tahun Anggaran 2017, diduga kuat sarat masalah, Kepala Kepolisian Resort Morowali Utara Diminta Turun Tangan.
Menurut keterangan sejumlah warga kepada crew libasnews.co.id saat melakukan penelusuran didaerah itu bahwa,  sejak proyek yang belakangan diketahui dikerjakan oleh oknum Kepala Desa Kalombang Arwan  Karim, senilai Rp. 185.000.000,- itu, tidak pernah terpasang papan proyek dan sikap pengelolah kegitan cenderung tertutup.
“Sejak proyek itu dikerjakan tidak pernah terpasang papan proyek. Sikap kepala Desa cenderung tertutup. Kami awalnya tidak tau anggarannya berapa dan item pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan disitu. Jadi maunya Dia” Ungkap Warga.
Sementara, pada obyek realisasi anggaran tersebut ditengarai item pekerjaan, tampak jelas hanya sebatas pembuatan riul berbentuk later U sepanjang kurang lebih 236 meter dan sejak 2017 hingga memasuki penghujung Pebruari 2020, Sarana dan Prasarana Olah Raga (Lapangan, red) itu, tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Terkait permasalahan itu, pada penelusuran Lanjutan diperoleh keterangan dari sumber yang dapat dipercaya dan enggan dipublikasikan namanya bahwa, program bantuan Dana Hibah tersebut, bukan hanya di Desa Kalombang,  akan tetapi masih ada 2 obyek yang mendapatkan Alokasi Anggaran yang sama, antara lain Desa Boba dan Tanakuraya.
“Anggaran Hibah dari Kemenpora itu,  ada tiga Desa yang dapat pak. 
Ironisnya,  pada 2 obyek yang dimaksud, atas Anggaran itu,  terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara lain,  terdapatnya item pekerjaan meliputi pembuatan riul sepanjang kurang lebih 400meter dan fasilitas kelengkapan tiang gawang.
Atas permasalahan tersebut,  Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Advokasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Indonesia (LSM JARI Indonesia), Andi Samsu Alam saat diminta awak Media tanggapannya, di Kantor Kecamatan Bungku Utara (24/02/20), mengungkapkan rasa keperihatinannya terhadap ulah oknum yang diduga nakal memberdayakan sikap koruptif.
Disisi lain proyek tersebut,  item pekerjaan yang diduga tidak dapat diselesaikan hingga memasuki prnghujung bulan Pebruari 2020, antara lain, riul hanya dikerjakan sekitar 236meter dari dugaan volume pekerjaan sekitar 400meter dan beberapa item pekerjaan lainnya, seperti pada 2 obyek di Desa Boba dan Tanakuraya.
Atas permasalahan tersebut,  Andi Samsu Alam yang lebih akrab disapa Andi Alam rencanakan akan sambangi Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Morut untuk melakukan koordinasi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas proyek tersebut.
Sementara itu,  hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Kegiatan belum sempat dikonfirmasi,  saat crew libasnews.co.id mendatangi tempat itu,  yang bersangkutan lagi tidak ditempat. (Rd)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *