Proyek Sanitasi Ipal Individual Dinas PUPR Luwu Timur Diduga Kuat Tidak Sesuai Bestek

Viewer : 677 Kali
Bahan proyek sanitasi ipal individual Dinas PUPR Luwu Timur yang diduga kuat tidak sesuai bestek

Pemasangan proyek sanitasi ipal individual Dinas PUPR Luwu Timur yang diduga kuat tidak sesuai bestek
Bahan proyek sanitasi ipal individual Dinas PUPR Luwu Timur yang diduga kuat tidak sesuai bestek

Malili_Luwu Timur, Libasnews.co.id-

Proyek sanitasi pembangunan septik tank instalasi pengelolaan Air Limbah skala individual yang tersebar dibeberapa desa di kec wotu, kab Luwu timur Sulawesi Selatan diduga kuat bermasalah.

Mega proyek yang menghabiskan anggaran Rp.2.572,965,583 ini diketahui dikerjakan PT, Karya Enam Konstruksi melalui dinas PUPR Kab. Luwu timur dengan sumber anggaran dana hibah tahun anggaran 2020.

Sumber terpercaya media ini menyebutkan, pembangunan septik tank individual yang saat ini masi dalam tahap pekerjaan disinyalir menggunakan matrial pipa yang tipis yang diduga tidak sesuai spesifikasi pipa khusus untuk instalasi pengelolaan air limbah.

Selain itu, penggunaan material lainpun tidak mempunyai label Standar SNI.

Dari hasil pantauan tim media ini dilokasi tumpukan material yang akan digunakan untuk pembangunan septik tank individual, ditemukan ada 2 jenis pipa yang berbeda, diantaranya terdapat pipa warnah putih Power Max PVC C, 3 inch, dan warna abu-abu Power PVC D 3 inch. Sedangkan diketahui kulitas dari kedua jenis pipa tersebut mempunyai spesifikasi dan kulitas yang berbedah.

Parahnya lagi, penggunaan material lain seperti tangki septik tank yang dipasok dari salah satu pabrikasi yang berfungsi sebagai tempat pengelohan limbah, juga tampak aneh.

Nama dan merek prodak pada tangki septik tank pada umumnya tidak ada. Hal inipun kian memperkuat dugaan jika “barang” tersebut sesuai standar, alias tidak sesuai bestek.

Selain “tanpa merk”, barang tersebut pun tidak mempunyai label SNI yang melekat pada barang sebagai mana produk barang pada umumnya yang mempunyai standar SNI dari Badan Standarisasi Indonesia (BSN).

Sementara itu, Ibu Diana, PPK proyek pembangunan septik tank individual di Dinas PUPR kab. Lutim yang coba dikonfirmasi via pesan whats app, Jum’at, 30/10/2020, terkait penggunaan material yang diduga kuat tidak sesuai bestek serta tidak memiliki label SNI tersebut, belum memberikan tanggapan.

Menyikapi permasalahan tersebut, Akbar Ramang, SH., Ketua DPP LPPM Indonesia yang merupakan salah satu lembaga sosial kontrol Luwu Raya angkat bicara.

Melalui media ini pihaknya menegaskan akan membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi berupa pengumpulan bahan dan keterangan.

“Kita akan bentuk tim untuk melakukan penelusuran berupa pengumpulan bahan dan keterangan serta berbagai bahan pendukung lainnya terkait informasi ini,” terang Akbar.

Dikatakannya, jika hasil penelusuran dan hasil kajian bersama tim bentukannya tersebut nantinya ditemukan bukti yang kuat adanya dugaan pelanggaran, maka mereka akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum dan semua instansi terkait.

“Jika dalam pengumpulan data dan hasil kajian nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum, kami akan melaporkan kepada semua instansi terkait, termasuk kepada aparat penegak hukum,” lanjutnya.

“Tugas kita hanya membantu pemerintah, termasuk aparat penegak hukum dalam mengumpulkan bukti. Selanjutnya jika ditemukan indikasi kuat terjadinya suatu pelanggaran hukum, terutama dalam penggunaan keuangan negara, maka kita akan serahkan kepada penegak hukum sembari mengawal proses penyelidikan lanjutnya,” jelas Akbar.

Hingga berita ini terbitkan, pihak kontraktor pelaksana pun belum bisa dihubungi. (Arsad)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *