Putuskan Arus Listrik SPBU, Oknum Vendor PLN Malili Terancam Pidana

Viewer : 358 Kali
Oknum Vendor PLN Malili Yang Memutuskan Arus Listrik Ke Wilayah SPBU Puncak Indah Akibat Tidak Diprioritaskan Saat Antri Pengisian BBM
Oknum Vendor PLN Malili Yang Memutuskan Arus Listrik Ke Wilayah SPBU Puncak Indah Akibat Tidak Diprioritaskan Saat Antri Pengisian BBM

Malili_Lutim, Libasnews.co.id-
Aksi “sok kuasa” oknum karyawan salah satu kontraktor PLN Rayon Malili yang memutuskan arus listrik yang mengarah ke SPBU saat ratusan warga sedang mengantri pengisian BBM, kamis, 21/11/2019 lalu mendapat respon dari aparat penegak hukum.
Dikonfirmasi via telepon selulernya, senin, 25/11/2019, AKP. Mathius yang kini menjabat sebagai kepala kepolisian sektor Malili membenarkan kabar pemeriksaan kasus tersebut.
Menurut Mathius, saat ini pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk beberapa karyawan PLN Rayon Malili dan petugas SPBU Malili.
Melalui sambungan telepon selulernya, Mathius mengakui bahwa saat ini pihak penyidik sementara melakukan pendalaman.
Lebih lanjut Mathius menjelaskan bahwa pihaknya telah menyuruh penanggungjawab SPBU untuk membuat laporan.
Mathius pun menegaskan bahwa oknum karyawan yang saat itu melakukan aksi pemutusan arus listrik ke wilayah SPBU Puncak Indah sudah dipanggil dan diperiksa penyidik.
Sekarang, lanjut Mathius, penyidik sisa menunggu pemeriksaan terhadap seseorang yang disebutnya bernama “Made”.
“Sudahmi kami panggil itu (pelaku,red). Tinggal Pak Madenya itu,” ungkap Mathius.
Kepada awak media ini, Mathius berulang kali menegaskan bahwa penyidik kepolisian sektor Malili saat ini sementara melakukan pendalaman terhadap kasus yang nyaris memicu konflik di SPBU Puncak Indah beberapa hari lalu itu.
“Sementara didalami, sementara didalami.” Ulang kapolsek menjelaskan.
Sementara itu, Kepala PLN Rayon Malili yang dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan adanya pemeriksaan terhadap karyawannya di polsek Malili.
Menurutnya, yang melakukan pemutusan arus listrik kewilayah SPBU saat itu bukan karyawan PLN, melainkan oknum vendor PLN.
“Setelah sy tanyakan perihal kejadian yg dimaksud katanya sdh ditangani polsek Malili dan yg melakukan salah seorang oknum Vendor. Teman2 juga baru tahu setelah dipanggil kepolsek.” Kilahnya.
Ditanya soal batas kewenangan serta bisa tidaknya vendor melakukan pemutusan listrik, dengan tegas dirinya menjawab “tentu saja tidak ada pak.” Tegasnya.
Meski demikian, kepala PLN Malili belum memberikan jawaban soal sangsi yang bisa dijatuhkan kepada vendor yang berprilaku arogan tersebut. (Ard/R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *