Setelah Dilaporkan “Mencuri” Kapal, “AA” Pemilik Koperasi Mappatuoe Bone-Bone Kembali Dilaporkan Memalsukan Tandatangan

Viewer : 136 Kali
Pemilik Kapal dan tanda tangan yang diduga dipalsukan pemilik koperasi Sipotuo Bone-Bone
Ketua LPI Luwu Timur

Masamba_Lutra, Libasnews.co.id-
Oknum Ketua Koperasi Mappatuoe Bone-Bone sepertinya lagi ketiban sial.
Setelah dilaporkan atas dugaan pencurian Kapal Nelayan bantuan kementrian KKP sabtu, 1/2/2020, kini Hisbullah, kembali melaporkan AA atas tuduhan pemalsuan dokumen dan tanda tangan di Mapolres Luwu Utara, Rabu, 5/2/2020.
Ditemui didepan Mapolres Luwu Utara sesaat sebelum menghadap ke piket penerima laporan, Hisbullah menjelaskan bahwa dirinya baru melaporkan pemalsuan tandatangan tersebut karena baru menemukan bukti jika jika tanda tangannya telah dipalsukan dalam salah satu dokumen koperasi milik AA.
Padahal, lanjut Hisbullah, didokumen tersebut tertera tahun 2016.
Menurutnya, dokumen yang didalamnya terdapat tanda tangannya yang telah dipalsukan merupakan proposal permohonan bantuan yang diajukan koperasi mappatuoe kepada pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Luwu Utara.
Dikatakannya, dokumen tersebut baru didapat dari salah satu staff Dinas Perikanan setelah dirinya menghadap untuk melaporkan pencurian kapal bantuan nelayan miliknya yang ditambatkan di pelabuhan sungai malili pada sabtu, 1/2/2020.
Kepada awak media Hisbullah menjelaskan bahwa dirinya pun kaget saat diberikan sebuah dokumen sejenis proposal yang didalamnya ternyata terdapat lembaran surat yang berisi nama dan tandatangannya.
Karena dirinya merasa dimanfaatkan oknum pemilik koperasi untuk meraup keuntungan pribadi, Hisbullah pun akhirnya memutuskan melaporkan persoalan tersebut ke mapolres Lutra.
“Saya tidak mau jangan sampai dikemudian hari ada sesuatu dengan bantuan itu lantas kami yang dicari aparat,” terang Hisbullah.
Menyikapi adanya temuan dokumen yang didalamnya tertera nama dan tanda tangannya yang telah dipalsukan, Hisbullah pun mengaku akan menelusuri jejak AA si pemilik koperasi yang telah dilaporkannya di dua Markas Kepolisian yakni Luwu Timur dan Luwu Utara.
“Tidak menutup kemungkinan banyak permainannya ini orang yang mencatut nama orang lain untuk kepentingan pribadinya.” Jelas Hisbullah.
Untuk itu, Hisbullah akan berkoordinasi dengan beberapa aktivist LSM untuk menelusuri jejak koperasi Mappatuoe milik AA, serta sejumlah bantuan yang sudah diterima.
“Kalau kami temukan adanya pelanggaran hukum lain, apalagi jika ada indikasi penyalahgunaan keuangan negara, maka kami tak akan segan melaporkannya ke aparat penegak hukum. Bahkan ke KPK jika memang perlu.” imbuhnya. (Fr082/R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *