Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Penistaan Agama “Dikawal” Tokoh Ormas Islam Lutim

Viewer : 424 Kali
Sejumlah Aktivist dan Tokoh Pemuda Mengawal Sidang Dugaan Penistaan Agama Dipengadilan Malili
Sejumlah Aktivist dan Tokoh Pemuda Mengawal Sidang Dugaan Penistaan Agama Dipengadilan Malili

Malili_Lutim, Libasnews.co.id-
Kasus dugaan penistaan agama yang mendudukan Hendrikus Mangguali sebagai terdakwa terus mendapat pengawalan ketat dari sejumlah aktivist ormas islam diluwu timur.
Dalam pantauan awak media di pengadilan Negeri Malili, Selasa, 26/11/2019, sejak pagi, tampak sejumlah aktivist ormas islam berseliweran disekitar gedung pengadilan, hingga didepan ruang sidang sebelum proses sidang dimulai.
Sebagaimana diketahui, sidang kali ini, agendanya adalah pemeriksaan saksi.
Dari beberapa saksi yang telah diperiksa penyidik, hanya satu saksi yang belum sempat hadir untuk memberika keterangan dipersidangan.
“Sekarang sudah tiga saksi yang diperiksa,” ungkap H.Rahmat, yang kini menjababat Kepala Bidang Hisbah FPI Luwu Timur.
Aktivist yang akrab disapa H. Mamat ini menjelaskan, saksi yang sempat memberikan keterangan dalam sidang hari ini, selasa, 26/11/2019, yakni Muh. Abd. Rauf Dewang, SE., MM, Musran Mustari alias Mullang, dan Muhdar, SH.
Lebih janjut H. Mamat menjelaskan, dari ketiga saksi yang diperiksa hari ini, Muh. Abd. Rauf Dewang merupakan saksi sekaligus pelapor dalam kasus dugaan penistaan agama ini.
Selain sebagai saksi sekaligus pelapor, Muh. Abd. Rauf Dewang, SE., MM, merupakan ketua DPD FPI Luwu Timur. terang H. Mamat.
Ketua Bidang Hisbah FPI Luwu Timur ini menegaskan akan terus mengawal sidang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Hendrikus hingga prosesnya tuntas.
Kepada awak media H. Mamat menegaskan, selain datang menyaksikan jalannya proses sidang, tujuan kehadiran mereka digedung pengadilan sebagai bukti nyata kepedulian mereka dalam kasus tersebut.
Dirinya pun menegaskan akan menyimpan semua dokumentasi untuk mempersiapkan langkah hukum jika proses sidang tidak berjalan sesuai harapan, apalagi jika sampai tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat, terutama umat muslim.
“Ini menyangkut agama. Bukan lagi pribadi yang dia lecehkan,” tegasnya.
H. Mamat menjelaskan, beberapa ukuran normal atau tidaknya sidang berjalan bisa dilihat dari proses pemanggilan, pertanyaan yang diajukan didepan majelis hakim, proses dan lamanya tuntutan yang diajukan jaksa, hingga penentuan Putusan akhir nantinya.
Untuk itu berulang kali dirinya menegaskan akan terus mengawal proses hukum yang kini menjadikan Hendrikus sebagai terdakwa, ditiap tingkatan.
“Kami akan kawal kasus ini hingga tuntas.” Imbuhnya.
Pernyataan tersebut pun diamini ketiga saksi yang hadir.
Musran Mustari alias Mullang, salah satu aktivist islam sekaligus tokoh pemuda asal sorowako bahkan mengancam akan melaporkan kinerja kejaksaan dan hakim jika mereka menemukan indikasi permainan selama proses tersebut berjalan.
Pernyataan yang tak kalah tegas pun disampaikan Muhdar, SH, salah satu saksi sekaligus tokoh pemuda pesisir asal kecamatan Towuti.
Kepada awak media, Muhdar bahkan mengancam akan menggelar aksi massa dikejaksaan negeri Luwu Timur hingga ke pengadilan negeri Malili jika ditemukan adanya upaya “menyimpang” yang dilakukan aparat penegak hukum selama proses persidangan.
“Kalau dalam persidangan kami temukan kejanggalan, apalagi jika sampai Hendrikus dituntut ringan, kami akan menggelar aksi massa dikejaksaan dan pengadilan,” Tegas aktivist pesisir Towuti yang akrab disapa Muhdar Tiseng ini, yang disambut takbir sejumlah rekannya yang hadir digedung PN Malili.
Terpisah, Abdullah, salah satu aktivist Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) yang tampak ikut hadir digedung pengadilan Luwu Timur menjelaskan bahwa dirinya hadir guna menyaksikan sekaligus mengawal langsung proses sidang kasus penistaan agama yang dinilainya sudah sangat meresahkan diluwu timur ini.
Menurut aktivist yang akrab disapa Bang Dul ini, pengawalan kasus tersebut mereka lakukan karena ingin menyaksikan langsung jalannya sidang serta mendengarkan keterangan semua orang yang dihadirkan dipersidangan, sekaligus memberikan dukungan kepada saksi dan pelapor yang dinilainya sudah membela agama dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang mereka miliki.
“Tujuan utamanya adalah memberikan dukungan moril kepada saksi agar tidak gentar dan lebih semangat dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar,” jelas Bang Dul.
Muh. Abd. Rauf Ladewang, salah satu saksi sekaligus pelapor dalam kasus tersebut pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada rekan dan beberapa aktivist islam serta tokoh pemuda yang ikut hadir dalam persidangan yang digelar hari ini di PN Malili.
Menurutnya, selain memberi semangat, kehadiran beberapa aktivist islam dan tokoh pemuda saat itu menjadi bukti bahwa kasus tersebut bukanlah hal sepele.
Lebih lanjut ketua FPI Luwu Timur yang akrab disapa Bang Rauf ini pun berharap, jaksa dan hakim yang menangani kasus ini memberikan perhatian khusus.
“Kami hanya menuntut keadilan ditegakkan. Ini menyangkut umat, untuk itu kami pun berharap pengadilan memperhatikan hal itu,” harapnya.
Lebih lanjut Rauf menjelaskan, saat ini mereka masih percaya dengan aparat penegak hukum sehingga menyerahkan kasus tersebut kepada negara untuk diproses sesuai aturan hukum yang ada. Namun dirinya pun mengingatkan, hasil dari sidang ini juga akan menjadi salah satu ukuran kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum Luwu Timur.
“Khususnya dalam kasus seperti ini.” Imbuhnya.
Rauf menjelaskan, kasus penistaan agama ini sangat berpotensi menimbulkan konflik ditengah masyarakat jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk itu dirinya berharap, jaksa dan hakim benar-benar dapat melihat dan mempertimbangkan segala aspek dalam menangani persoalan ini.
“Kami berharap, Jaksa dan Majelis Hakim bisa bekerja dengan profesional dan proporsional, dan yang paling utama, putusan akhirnya dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat, terutama umat muslim.” jelas Rauf berharap.

Rauf menjelaskan, untuk sidang selanjutnya masih tersisa pemeriksaan satu orang saksi yang belum sempat hadir dalam sidang kali ini.

“Masih ada satu saksi lagi yang belum diperiksa. Semoga sidang berikutnya saksi bisa hadir,” jelasnya.

Pemeriksaan Saksi Diruang Sidang PN Malili, Selasa,26/11/2019.

Dari pantauan awak media di PN Malili, salah satu saksi yang belum tampak dipengadilan yakni Hazar Pratama. (Arsad/R1).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *