SPBU Puncak Indah Malili Diduga Kuat “Menyalahgunakan” Penyaluran BBM Subsidi

Viewer : 522 Kali
SPBU Puncak Indah, Kec. Malili, Kab.Luwu Timu

SPBU Puncak Indah, Kec. Malili, Kab.Luwu Timur.

Malili_Lutim, Libasnews.co.id-

Kelangkaan BBM di Kota Malili kabupaten Luwu Timur, propinsi sulawesi selatan terus terjadi.

Jangankan BBM Jenis premium dan Solar bersubsidi, Pertalite pun hanya tersedia di pagi hari.

“Yang lebih parah, BBM Emergency pun sering kosong.” ungkap Riswan, salah satu warga Malili.

Menurutnya, kelangkaan BBM yang terjadi, khususnya diwilayah kabupaten Luwu Timur, terlebih Kota Malili, karena makin maraknya pebisnis liar BBM bersubsidi yang mengambil BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Dugaan maraknya penyalahgunaan rekomendasi pengambilan BBM bersubsidi, hingga maraknya informasi soal dugaan penimbunan dan pengalihan BBM bersubsidi di SPBU untuk diberikan kepada oknum pengusaha ditampik Akbar, salah satu Operator sekaligus pengawas di SPBU Puncak Indah, Malili, Luwu Timur.

Melalui pesan whatss app-nya, Akbar berupaya meyakinkan bahwa di SPBU tempatnya bekerja tidak melakukan penyimpangan.

Dirinya menjamin, semua BBM yang keluar dari SPBU dimana dia bekerja sudah sesuai mekanisme yang ada, termasuk yang mengambil BBM menggunakan jerigen.

Saat ditanya soal adanya informasi pengalihan BBM bersubsidi, baik Premium maupun Solar, dengan tegas Akbar menampiknya.

” Itu nda benar pak…krna kt isi jergen d spbu sesuai dngan rekomendasi yang berlaku..”, jawab Akbar melalui pesan whatss app-nya.

Soal stok emergency yang juga cepat habis, Akbar menjelaskan bahwa di SPBU tempatnya bekerja hanya mengeluarkan BBM Emergency sebesar 500 liter / hari.

Lebih lanjut operator sekaligus pengawas SPBU ini menjelaskan bahwa Stok emergency di tangki SPBU ditempatnya bekerja mencapai 1 ton perhari. Hanya saja apabila pengambilan sudah mencapai 500 liter, maka pompa SPBU-nya sudah tidak mampu menarik BBM keluar dari tangki.

Berbekal informasi tersebut, awak media libasnews pun mencoba melakukan penelusuran di salah satu SPBU yang terletak didesa Puncak Indah kecamatan Malili, tempat dimana Akbar bekerja.

Saat mencoba memantau di SPBU dengan kode : 74-929-02 yang berada diporos jalan trans sulawesi desa puncak indah kecamatan Malili tersebut, ditemukan sejumlah warga yang tengah asyik mengisi jerigen dengan BBM Bersubsidi tanpa rasa canggung.

Anehnya, meski telah diketahui bahwa hal itu dilarang, namun pihak SPBU seolah memberikan keleluasaan kepada oknum warga yang diduga menjadi “Pebisnis Liar” BBM bersubsidi.

Sejumlah sumber yang coba ditemui awak media ini menyebutkan, “keleluasaan” para pebisnis liar tersebut mengambil BBM karena mereka juga memberikan imbalan kepada petugas SPBU.

Informasi yang lebih mencengangkan lagi ditemukan saat awak media ini menemui seorang warga yang tinggal tidak jauh dari SPBU tersebut.

 

Selain keleluasaan sejumlah warga mengambil BBM bersubsidi, cepatnya habis BBM bersubsidi di SPBU Puncak Indah ini diduga kuat karena adanya upaya “menimbun” BBM bersubsidi untuk selanjutnya dijual kepada sejumlah pengusaha nakal. (Arsad/R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *