Terkait Dugaan “Pungli” Pasar Beteleme, Wakapolres Morut: Tidak Ditemukan Adanya Indikasi Pungli

Viewer : 33 Kali
IMG-20210718-WA0001
Terkait dugaan “Pungli” Pasar Beteleme, Wakapolres Morut: Tidak ditemukan adanya indikasi pungli

Morut_Sulteng, Libasnews.co.id-

Wakapolres Morowali Utara (Morut), Kompol M.N Asjik, pimpin langsung ekspose hasil pendalaman kasus dugaan Pungutan liar (Pungli) dipasar Beteleme, di Kecamatan Lembo,  Morut, Sulawesi Tengah (Sulteng), (16/07/21). 

Pada kesempatan itu, turut hadir sejumlah pejabat terkait, antara lain: Inspektur Inspekorat Kab. Morut, Sekretaris Inspektorat, Perwakilan dari Dinas Perindagkop, dan Perwakilan Dinas Pendapatan, Perwakilan Satpol PP, Perwakilan bag Hukum, Perwakilan warga pasar, dan Pengurus Pasar Beteleme. 

Wakapolres Morut yang sekaligus sebagai ketua UPP Kabupaten Morut menyatakan,  bahwa dari hasil pendalaman berdasarkan fakta di lapangan,  tidak ditemukan adanya indikasi Pungli dan tidak ditemukan adanya pejabat atau ASN yang dianggap terlibat dalam dugaan pungli tersebut. 

Adapun pungutan yang dilakukan oleh petugas Pasar, kata M.N.Asjik, itu adalah iuran hasil kesempatan melalui musyawarah pedagang pasar yang bertujuan untuk kebutuhan penerangan, air bersih dan biaya upah petugas kebersihan yang khusus diberikan tanggung jawab di pasar itu. 

“Jadi setelah saya dalami termasuk setoran bulanan mereka dan buat mereka sendiri tidak terdapat unsur pungli saudara. Sisa dana pasar dipegang oleh mandor dan dapat dilihat dipapan pasar” ungkap M.N.Asjik. 

Lanjut Asjik, menjelaskan, Karena keinginan masyarakat sudah ingin menggunakan, maka mereka sepakat untuk mengoperasikan pasar itu, dan tetap dibawah kontrol Dinas Perindakop Morut, dan camat tanpa ada retribusi. 

“Untuk bulannya mereka para penjual pernah rapat sendiri dan memutuskan untuk bayar bulanan buat bayar lampu dan air serta jasa kebersihan buat 2 orang sebesar Dua Juta Rupiah, serta kebutuhan pasar lainnya, “terang M.NAsjik. 

Selain itu,  M.N.Asjik juga menyatakan,  bahwa untuk melengkapi kekurangan fasilitas air dipasar itu, mereka membeli sendiri pipa air dan tandom untuk operasional pasar tersebut. 

“Adapun sisa dari urunan mereka selama hampir setahun sekitar 10 juta ada di dana pasar yang akan dan dapat  digunakan untuk kepentingan bersama orang pasar, sedangkan kondisi dana itu, setiap saat dapat dilihat jumlah dan penggunaannya dipapan pasar pada ruang mandor, “tutup M.N.Asjik. (Andi S).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *