Tuntutan JPU Dinilai Ringan. Rauf : “Tolong Jangan Menambah Luka Perasaan Kami.”

Viewer : 260 Kali
Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Penistaan Agama di PN Palopo
Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Penistaan Agama di PN Palopo

Palopo, libasnews-
Sidang tuntutan kasus dugaan penistaan agama terhadap ET dipengadilan negeri Palopo menuai sorotan tajam dari sejumlah tokoh agama dan tokoh ormas islam luwu raya.
Melalui pesan singkatnya usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Palopo, Ustadz Rahman, salah satu anggota pengurus Forum Umat Islam Bersatu mengaku sangat tidak puas dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum palopo yang menuntut terdakwa dengan tuntutan 5 bulan penjara.
Rendahnya tuntutan yang diajukan JPU kepada terdakwa ET, membuat Ustadz Rahman yang juga menjadi pelapor sekaligus saksi dalam kasus dugaan penistaan agama dikota palopo beberapa waktu lalu ini mempertanyakan pertimbangan jaksa dalam mengajukan tuntutan.
“Ini sangat aneh dan sangat melukai kami selaku umat islam dimana terdakwa yang telah menghina agama kami hanya dituntut 5 bulan penjara.” Ungkap Rahman kecewa.
Dalam pesan singkat melalui aplikasi whatsapp, aktivist Islam sekaligus Imam Masjid ini berharap pengadilan negeri palopo dapat menjatuhkan vonis seberat-beratnya demi memenuhi rasa keadilan masyarakat sekaligus menghindari potènsi konflik yang lebih besar.
“Kami harap pengadilan bisa lebih peka terhadap persoalan ini. Jika tidak, ini bisa memancing gejolak umat islam karena terdakwa sudah melecehkan nabi yang jadi panutan umat muslim.” terang Rahman mengingatkan.
Terpisah, Abd. Rauf Ladewang, ketua FPI Markas Wilayah Luwu Raya melalui press rilis yang diterima redaksi libasnews.co.id bahkan mengecam sikap Jaksa Penuntut Umum yang dinilainya sangat mencederai hati umat islam, “khususnya warga Muslim Tana Luwu,” jelas Abd. Rauf.
Menurutnya, jika benar JPU menuntut terdakwa ET hukuman 5 bulan, berarti sama saja JPU juga telah melecehkan agama islam. ungkap Abd. Rauf geram.
“Kalau Jaksa menuntut terdakwa dengan tuntutan sangat ringan berarti jaksa menganggap pelecehan agama islam itu hal yang sangat sepele. Jadi jangan salahkan bila umat islam menempuh caranya sendiri.” Imbuhnya.
Ketua FPI Luwu Raya ini memberikan perbandingan antara kasus penganiayaan dengan kasus ini yang dinilainya telah melukai banyak orang, khususnya umat muslim.
“Penganiayaan saja yang hanya melukai fisik dengan korban yang sangat kecil dan terbatas, serta ancaman hukuman pidana ringan, tuntutannya tidak seringan ini. Tolong jangan menambah luka perasaan kami.” sambung Rauf mengingatkan. (Ishak).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *