Usai Beraksi, Pelaku Penikaman Asal Konawe Selatan Serahkan Diri

Viewer : 31 Kali
IMG-20201125-WA0000

Korban penikaman dikonawe Selatan dengan usus terburai
Badik yang digunakan pelaku menikam korban hingga tewas

Laporan : Andi Zulfitrah

Konawe Selatan_Sultra, Libasnews.co.id-

Selasa 24/11/2020 sekira pukul 23.00 wita di Desa Watumukala Kec. Andoolo Barat Kab. Konawe Selatan, terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Sumber informasi media ini menyebutkan, penganiayaan dilakukan seorang pria bernama Rohman (30), berprofesi sebagai petani, beralamat di Desa Watumokala Kec. Andoolo Barat Kab. Konawe Selatan.

Korban diketahui bernama Abu Safar (53), seorang pria yang berprofesi sebagai petani, beralamat di Desa Watumokala Kec. Andoolo Barat Kab. Konawe Selatan.

Dari kejadian tersebut aparat kepolisian mengamankan sebilah senjata tajam jenis Badik.

Sejumlah saksi menuturkan, aksi penikaman berawal saat korban AS (53) mendatangi pelaku R (30) yang sementara minum minuman keras.

Saat itu terjadi perselisihan, lalu korban mengambil sebilah parang kemudian mengayunkan kearah tersangka.

Pelaku menangkis sabetan parang korban hingga mengenai pergelangan tangan kirinya yang mengakibatkan luka.

Setelah itu, pelaku lari pulang kerumahnya dan mengambil badik, lalu kembali ke tempat semula mencari korban, namun Korban sudah tidak ditempat.

Selanjutnya pelaku berlari menuju kerumah korban dan langsung mendobrak pintu rumah korban dan melihat korban keluar dari kamar dan seketika Tersangka langsung menusukkan Badik pada bagian samping Perut korban yang mengakibatkan luka berat hingga Usus korban keluar dari perutnya.

Korban meninggal dunia saat tiba di RSUD Kab. Konawe Selatan.

Setelah kejadian, pelaku berlari kerumah Kepala Desa sambil membuang Badiknya di rerumputan.

Setibanya dirumah Kepala Desa, pelaku menjelaskan kepada Kepala Desa tentang kejadian tersebut.

Kepala Desa kemudian memerintahkan Linmas untuk mengantar pelaku ke Polsek Andoolo untuk menyerahkan diri.

Saat itu penyidik belum bisa memeriksa pelaku karena masih dalam kondisi terpengaruh minuman keras.

“Untuk sementara, tersangka kami persangkakan Pasal 338 Kuhp, namun tidak menutup kekungkinan dapat dipersangkakan Pasal 340 Kuhp. Tergantung alat bukti yang ada nantinya”, terang penyidik.

Ancaman hukuman untuk pasal 338 Kuhp sendiri paling lama 15 tahun, dan untuk pasal 340 paling lama 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati

Adapun saksi dalam peristiwa tersebut yakni, Hadratin, pekerjaan PNS, beralamat di Desa Watumokala Kec. Andoolo Barat Kab. Konawe Selatan, dan Hastika Ayu, Pelajar, yang beralamat di Desa Watumokala Kec. Andoolo Barat Kab. Konawe Selatan.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *