Viral, Anggota Satlantas Polres Luwu Disebut Lakukan Pungli

Viewer : 3182 Kali
Pospol Angkasa Karang-karangan Luwu
Pospol Angkasa (Lamone) – Karang-karangan

Palopo, Libasnews.co.id-

Miris, Pos polisi dijalur trans Sulawesi, yang dikenal dengan Pospol “Angkasa” Karang-karangan, kabupaten Luwu disebut menjadi “tempat” pemerasan oknum anggota satlantas polres Luwu.

Hal itu terungkap saat rombongan awak media melintas didepan pospol tersebut dan mendapati oknum anggota satuan lalulintas sedang asyik menghentikan kendaraan, Senin, 29/6/2021, sekira pukul 04.15 dini hari.

Dari perbincangan dengan seorang sopir pickup diketahui jika oknum anggota polisi dari satuan lalulintas yang dikenal dengan nama “Tiger” tersebut memberhentikan kendaraan untuk mengambil sejumlah uang dari para sopir yang melintasi daerah tersebut.

Kepada awak media, sopir yang enggan namanya disebutkan itu mengaku terpaksa harus menyerahkan sejumlah uang demi “keamanannya”.

Lebih jauh sopir yang menjadi sumber tersebut mengungkapkan, pemberian uang darinya dan para sopir yang melintas bervariasi. Mulai dari Rp. 5.000, hingga 20 ribu.
“Tapi kadang katanya kalau mobil besar tidak na ambil kalau begitu pak,” ungkapnya.

Berita soal dugaan pungli oknum anggota satlantas di Pospol Angkasa karang-karangan tersebut pun akhirnya viral di media sosial setelah dirilis salah satu media online Kamis, 30/6/2021.

Dari pantauan awak media di jejaring sosial “Facebook”, berita dugaan pungli tersebut telah dibuka dan dibagikan diberbagai group Facebook.

Beragam komentar dari netizen pun bermunculan.

Sejumlah nitizen pun mengaku pernah menjadi korban di Pospol tersebut.

Akun dhafied Yusuf dalam kolom komentarnya bahkan menyebutkan jika praktek tersebut sudah lama terjadi.

“Ini sdh lama tapi baru skrg sja di angkat.” tulisnya.

Pernyataan tersebut pun seolah diperkuat pemilik akun Jamal.

Seolah membenarkan, pada kolom komentar, Jamal yang mengaku kerap kali melintasi Pos Lantas yang juga dikenal warga dengan sebutan “Pos Lamone” ini menulis,

“terutama kami yg sering bawa doser padi”, tulisnya.

Tak mau kalah, nitizen Padhil pun membenarkan, “Betul sekali disitulah sarangnya pungli,”

Dalam komentar lainnya, Padhil menulis, “Sangat meresahkan pengguna jalan yg lewat setiap hari,”

Sedangkan pemilik akun Syudhiarto pun mengaku pernah menjadi korban.

“1x ka dikenna,” tulisnya.

Akun Awan Adriansiyah menulis, “Mantapppppp. Teruskan itu supaya cepat kaya kau”,

Dalam komentarnya, akun Asman bahkan menyarankan agar perlakuan oknum tersebut dilaporkan ke Mabes Polri.

Lpor sj k mbes polri lngsung,” tulis Asman.

Dengan nada menantang, pemilik akun Dedhy Na Ghio menulis,

“klo mau ki buktikan,lewat subuh ki..pasti nyawer di stu,”

“mkanya mending lewat pagi dri pada subuh, lebih ganas oranna dari pada singa na,” sambungnya menimpali komentar Nitizen lainnya.

Akun pun menimpali, “Bru klo ndg snggah d kejar mki kayak perampok,” tulisnya menyambung komentar Dedhy Na Ghio.

Dengan nada canda, akun Yusuf Abbas menulis, “Kami Siap Melindungi Dan Melayani Masyarakat. tapi bayar dulu,” tulisnya.

Komentar akun Burhan Basri bahkan dengan jelas menyebutkan jika dirinya pernah menjadi korban “pemerasan” saat masih berprofesi sebagai sopir transportasi Makassar-Palopo.

“memang di sini mi tpatnya yg ada patung harimau, wkt sy masih bw mobil transport makasar palopo, setiap lewat minimal 20 rb,biasa sampai 50 rb.satu kali lewat.tidak asing di telinga sy yg namax pak tiger.sdh lama itu.”

Akun Makbul Al Ghazali pun menulis¬†“Jagoxmi itu dipos.”

Pemilik akun Sofyan Tahir pun menyebut, 

“Yg parah nya disini klw tengah malam kita lewat bawah mobil truck krn sy supir truck spidisi makassar luwu timur bawah ikan bandeng.”

Sedangkan pemilik akun Baso Aldin menantang pejabat seluruh komponen terkait untuk mengusut tuntas persoalan tersebut untuk menjaga nama baik institusi Polri.

“Wajib di usut tuntas, supaya tidak ada lagi yang bikin malu institusi Polri,”

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, AKP Muhammad Ali, yang kini menjabat sebagai Kasatlantas polres Luwu mengaku telah memanggil oknum anggota satlantas yang diduga kuat telah memanfaatkan pospol dan jabatannya sebagai kepala pos polisi untuk melakukan pungutan liar (pungli).

“ybs sdh kami panggil kektr polres kmndnku ttg kejadian tersbt. insya allah akan dilakukan sanksi bila terbukti,” jawab Muhammad Ali via pesan WhatsApp-nya. (Arief)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *