Warga Kecewa, PT.Sulawesi Permai Sakti Enggan Bertanggungjawab

Viewer : 525 Kali
IMG-20200916-WA0032
RDP Diruang komisi dua DPRD Kota Palopo terkait kerusakan lahan dan tanaman akibat longsoran material proyek pembangunan jalan

Palopo, Libasnews.co.id-

DPRD Kota Palopo tindaklanjuti persuratan warga Kelurahan Latuppa ke DPRD Kota Palopo pada 4-9-2020 terkait kerusakan lahan serta tanaman akibat longsoran material proyek pembangunan jalan ruas Latuppa-Bongko-Salulimbung-Pantilang yang dikerjakan PT.Sulawesi Permai Sakti selaku kontraktor.

Dalam surat yang diajukan ke DPRD Kota Palopo tersebut, pemilik lahan menyebutkan adanya dugaan PT.Sulawesi Permai Sakti yang melakukan penumpukan material hasil galian di pinggir jalan sehingga longsor dan berdampak kelahan perkebunan salah satu warga yang berada di sekitar pekerjaan proyek tersebut.

Menindak lanjuti surat tersebut, DPRD Kota Palopo dari Komisi Dua pada 15-9-2020 lalu menggelar rapat dengar pendapat. Rapat dengar pendapat yang dilangsungkan diruang komisi dua tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 Wita dengan dihadiri sejumlah anggota DPRD Kota Palopo, diantaranya, Angga Bantu, SH, selaku ketua komisi 2, Cendrana saputra SE, selaku sekertaris, serta beberapa anggota komisi dua, diantaranya, H. Harisal A Latief, S.Pi. M.Si, Drs. H Zubir Surasman, Elyniang, SE, dan Herawati Masding.

Selain itu, turut hadir pula Oktaviansyah selaku Kepala Proyek pekerjaan tersebut, serta Ahmad dari Ormas PEKAT IB yang mendampingi warga dan Anca, warga pemilik lahan.

Dalam rapat dengar pendapat yang cukup alot tersebut, Oktaviansyah dengan tegas membantah bahwa kerusakan lahan dan tanaman warga tersebut bukan karena kelalaian dalam pekerjaan jalan tersebut.

“Kerusakan lahan dan tanaman warga tersebut bukan disebabkan karena kelalaian kami. Itu karena sering hujan dan murni faktor alam,” bantah Oktav dengan tegas.

Sementara Anca, warga yang dirugikan akibat longsoran material pekerjaan tersebut yang merasa dirugikan karena beberapa pohon tanaman yang ada didalam kebunnya tumbang akibat tertimbun longsoran material proyek pekerjaan jalan tersebut tidak terima.

“Tanaman seperti Lengkeng, Rambutan, Cengkeh dan beberapa tanaman lain sesuai kondisi lapangan itu nyata tertimbun material tanah tumpukan proyek pekerjaan jalan. Kalau pihak Pak Oktav tidak mau bertanggung jawab dan mengakui pengrusakan tersebut akibat kelalaian, terus kami minta tanggung jawab ke siapa lagi,” keluh Anca dalam rapat dengar pendapat tersebut.

Hingga rapat dengar pendapat selesai sekitar pukul 15:30 Wita, Anca selaku pemilik lahan justru mengaku kecewa.

Harapannya untuk mendapatkan kepastian pertanggung jawaban dari pelaksana proyek yang dinilai telah merusak tanamannya melalui pertemuan tersebut justru seolah buntu.

“Saya sangat kecewa mendengar pihak PT.Sulawesi Permai Sakti yang berkata longsoran yang merusak lahan dan tanaman saya itu murni faktor alam. Sangat tidak konsisten dengan pertemuan sebelumnya yang difasilitasi oleh Lurah Latuppa pada Agustus lalu. Pada saat itu Oktav tidak mengeluarkan bantahan bahwa kerusakan tersebut murni karena faktor alam justru ia berkata akan menyampaikan kerusakan tersebut kepimpinannya di Makassar agar diselesaikan. Namun kenapa saat rapat dengar pendapat di ruang komisi dua DPR Kota Palopo ia justru dengan lantang mengatakan kerusakan tersebut murni karena faktor alam,” keluh Anca.

Ahmad selaku Ketua Infokom PEKAT IB Sulawesi Selatan yang membawa aspirasi warga tersebut ke DPRD Kota Palopo mengaku heran mendengar sanggahan Oktav dalam pertemuan tersebut.

Sikap Ahmad tersebut bukan tanpa sebab, karena jauh sebelum pertemuan diruang komisi dua DPRD Kota Palopo, ia terus mendampingi Anca yang sudah beberapa kali dimediasi pihak Lurahan Latuppa serta disaksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Saya sangat kecewa karena sudah dua kali kami dipertemukan dan dimediasi Lurah Latuppa. Kemudian juga sudah bersama-sama meninjauh lokasi kerusakan tersebut, pada saat meninjau lokasi kebun milik Anca itu, Oktav sama sekali tidak membantah kerusakan tersebut akibat faktor alam. Nah setelah pertemuan kedua pada Agustus lalu, saya, Anca, Oktav, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas memiliki bukti pernyataan yang ditanda tangani. Dan dalam pernyataan tanda tangan tersebut, Oktav akan menyampaikan kejadian tersebut ke pimpinannya di Makasaar untuk ditindak lanjuti atas kerusakan lahan tersebut bukan seperti sekarang saat dalam rapat itu Oktav justru lantang membantah longsoran tersebut murni karena faktor alam bukan karena kelalaian,” keluh Ahmad. (agghacheno85)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *