Angka Corona Morut Signifikan, Ini Penjelasan Jubir Satgas Covid 19 Morut 

Viewer : 184 Kali
Kepala Dinas Kesehatan Morut, Delnan Lauende, M.Kes
Kepala Dinas Kesehatan Morut, Delnan Lauende, M.Kes

Laporan : Andi S

Kolonodale_Sulteng, Libasnews.co.id –

Angka terpapar virus covid 19 di Morowali utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng), saat ini menduduki peringkat ke tiga setelah Kabupaten Banggai dan Palu. 

Dilansir dari data terupdate tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) provinsi Sulteng, pertanggal 14/07/21 tercatat Kabupaten Banggai berada pada posisi pertama dengan kuantitas 66 Orang, menyusul Kota Palu sebanyak 64 orang, sementara Kabupaten Morut menempati peringkat ke 3 dengan jumlah 55 orang. 

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Morut, Delnan Lauende, M.Kes, yang sekaligus juru bicara tim penanggulangan Covid 19 Kabupaten Morut,  menyatakan hal tersebut disebabkan posisi wilayah Morut tepat di apit oleh 3 Kabupaten Zona Merah, yakni Poso, Morowali, dan Luwuk Banggai. 

Dalam keterangan lanjutan, Delnan menyebutkan hingga 15/07/21, Angka terkonfirmasi positif Covid 19 di Morut terus meningkat sebanyak 187 orang . 

Sementara berdasarkan perhitungan Rumus Zona sesuai permenkes, kata Delnan, di wilayah Morut terdapat dua kecamatan masuk dalam kategori Zona Merah,  yakni ; Petasia Timur dan Lembo. 

Sedangkan dua Kecamatan lainnya yakni Petasia dan Mori Utara, masuk Zona Orange. Sementara enam kecamatan lainnya, meliputi Kecamatan Lembo Raya, Mori Atas, Soyo Jaya,  Mamosalato, Bungku Utara, Petasia Barat, masuk Zona Kuning. 

“jika dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya,  kasus sempat mengalami penurunan drastis dan tercatat tersisa dua orang, sedangkan satu bulan sebelumnya hanya tersisa satu orang, “terang Delnan. 

Lebih jauh Delnan menjelaskan bahwa penyebab angka terpapar covid 19 di Morut kembali menguat akibat Penerapan PPKM di masyarakat yang sudah mulai lemah seiring penurunan angka covid. 

Sementara penyebab lainnya kata Delnan, adalah komitmen kepatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan di new normal juga sudah melemah, dan pembatasan perjalanan ke luar daerah tidak ada lagi. 

Olehnya itu Delnan mengimbau kepada masyarakat agar Masyarakat patuh kepada Disiplin Protokol Kesehatan berdasar Perbup Morut  nomor 24 tahun 2020. 

“Harapan yang dapat membantu mempercepat pemutusan mata rantai hanya dengan patuh pada Disiplin Protokol Kesehatan berdasar Perbup Morut  no 24 tahun 2020 dan pengaktifan Posko Desa di semua Desa sampai RT RW Dusun sesuai Permendagri, dan melaksanakan PPKM Mikro secara berjenjang mulai tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten berdasar Edaran Bupati Morut tertgl 6 Juli 2021, “tutup Delnan.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *