Ketua TP PKK Kota Palopo dr. Hj. Utia Sari Judas, M.Kes Mengikuti Workshop Nasional Kabupaten Kota Sehat (KKS) Regional II Tahun 2020

Viewer : 23 Kali
IMG-20200909-WA0008
Ketua TP PKK Kota Palopo dr. Hj. Utia Sari Judas, M.Kes Mengikuti Workshop Nasional Kabupaten Kota Sehat (KKS) Regional II Tahun 2020

Palopo, Libasnews.co.id-

Ketua TP PKK Kota Palopo dr. Hj. Utia Sari Judas, M.Kes Mengikuti Workshop Nasional Kabupaten Kota Sehat (KKS) Regional II Tahun 2020 Secara Virtual di Ruang Bappeda, Rabu 9 September 2020.

Dirjen Kesehatan masyarakat Kemenkes RI dr. Kirana Pritasari, MQIH saat membuka acara menyampaikan Jika kita tidak memiliki komitmen yang kuat di jajaran Pemerintah yang tidak melibatkan pemda, masyarakat maka kita akan sulit untuk mengalahkan pandemi Covid-19.

Kita tidak akan berdamai dengan pandemi, kita akan perang melawannya dan protokol kesehatan adalah kuncinya kita tetap harus menjaga zona daerah masing-masing dan diusahakan untuk berada di zona hijau”.

“Karena dampak dari pandemi ini dapat kita rasakan tidak hanya masalah kesehatan tapi juga masuk dalam wilayah sosial ekonomi dan mungkin juga akan mempengaruhi tingkat kriminalitas sehingga protokol kesehatan baik itu di tempat kerja, tempat wisata dan tempat ibadah harus dijalankan”. Ungkapnya

“Menjadi komitmen global pada tahun 2015 pada waktu itu kita tidak memikirkan mempertimbangkan kemungkinan adanya pandemi besar seperti covid-19 karena pada waktu itu kita sudah mengalami kasus flu burung tapi jumlahnya tidak sebesar kasus sekarang ini dimana banyak negara yang terpapar dan mempengaruhi beberapa sektor”.

“Tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang kita lihat bukan hanya dari sektor kesehatan karena tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan umat manusia sehingga dukungan dari seluruh sektor untuk bisa mencapai komitmen tingkat global dan juga di tingkat nasional yang sudah tercantum dalam RPJMN 2020-2024 harus diupayakan”.

Kabupaten/kota menjadi tumpuan sehingga kabupaten/kota harus memikirkan bagaimana meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang dapat berkoordinasi dengan pemprov”.

Indeks pembangunan manusia di Indonesia terus meningkat yang saat ini sudah mencapai 71,92. Kabupaten/kota sehat menjadi sarana untuk meningkatkan Indeks pembangunan manusia walaupun masih ada beberapa daerah yang tingkat Indeks pembangunan manusia sedang dan juga ada yang rendah”. Ujarnya

Kita berharap dengan komitmen bersama, kolaborasi dan sinergi untuk mempererat forum kerjasama kota sehat yang melibatkan berbagai sektor”. (Hms/Agghacheno85)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *