BNN Palopo Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Pekanbaru

Viewer : 289 Kali
IMG-20200708-WA0019
BNN Palopo Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Pekanbaru

Palopo, Libasnews.co.id-
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, berhasil ungkap peredaran gelap Narkotika jenis Sabu diwilayah hukumnya.

Sebelumnya, satu dari dua tersangka, HF warga Jl. Durian, Lagaligo, Wara membeli paket Sabu dari Pekanbaru melalui salah satu jasa pengiriman barang.

Agar tidak mencurigakan, paket sabu tersebut dikemas dalam pasta gigi, dan hanya mencantumkan data pengirim dari Apotek di Pekanbaru dengan penerima atas nama Agung Prayoga beralamat di Jl. Andi Kati, Salotellue.

Namun, saat diselidiki, nama tersebut tidak pernah ada. Dimana paket tersebut juga sudah sering kali masuk dalam paket jasa pengriman barang.

Selanjutnya, BNN kembali mendapat informasi dimana paket sabu, sudah diterima rekan tersangka HF yakni MA.

“MA berhasil diringkus saat mengambil paket, dan diamankan enam sachet sabu seberat 168,7120 gram, satu unit Handphone dan motor Yamaha Mio Soul GT,” kata Kepala BNN, AKBP Ustin Pangarian dalam Press Releasenya, Rabu (8/7/2020).

Dari hasil interogasi, diakui MA hanya merupakan suruhan dari HF dengan imbalan Rp50 ribu sampai Rp1 juta. Di juga merupakan tetangga HF.

“Dia (MA) sudah empat kali menjemput sekaligus rutin mengecek datangnya paket sabu, atas suruhan HF,” ujarnya.

Dari hasil itu, BNN kembali memburu HF dirumahnya, dia sempat melarikan kabur namun berhasil ditangkap.

“HF berhasil diringkus saat bersembunyi disumur tua dekat rumahnya, dimana sempat berusaha kabur,” papar Ustin

Selain tersangka, BNN turut mengamankan bukti satu unit Handphone, tiga lembar ATM, dua alat isab sabu (bong), tiga sendok (pipet) sabu, sambungan alat isap sabu, uang tunai Rp7.550.000 dari ATM dan dompet berisi uang Rp200 ribu.

“Pengakuannya, sabu itu dibeli dari rekan tersangka AAN di Pekanbaru seharga Rp1 juta, yang merupakan pesanan AB yang saat ini tengah dalam buruan,” tandasnya.

Diketahui, HF kerap memesan sabu kepada AAN, takaran minimal 12 gram dengan keuntungan Rp2.500 ribu hingga Rp5 juta.

Akibat perbuatannya, MA dijerat pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1.

Sedang HF dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Keduanya, terancan hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” tutup Ustim.

Pihaknya terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengkampanyekan “Stop Narkoba” dan segera melaporkan jika melihat tindak peredaran narkotika. (Agghacheno85)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *