Data Terbaru Covid-19 Kota Pematangsiantar

Viewer : 90 Kali
Posko Peduli Covid-19 Pematangsiantar

Pematangsiantar_Sumut, Libasnews.co.id-

Pandemi COVID 19 yang negara kita hadapi saat ini bukanlah virus yang biasa untuk dihadapi.

Mulai dari pemerintah pusat sampai daerah tak henti-hentinya menghimbaukan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah/isolasi mandiri di dalam rumah, tidak melakukan aktifitas di keramaian.
Tetapi sebagian masyarakat tetap tidak mengindahkan himbauan pemerintah setempat sehingga mengakibatkan virus berkembang sangat signifikan, Khususnya kota Pematangsiantar. Saat ini kecamatan Siantar martoba mendapat pantauan yang tertinggi diantara kecamatan lainnya dan berikut data terupdate COVID 19 di seluruh kota Pematangsiantar.

  1. Siantar martoba dengan ODP tanpa gejala 134 orang.
  2. ODP dengan gejala 0
  3. PDP 1 orang laki-laki (warga Pematangsiantar).
  4. Siantar marimbun ODP tanpa gejala 53 orang.
  5. ODP dengan gejala 0
  6. Siantar marihat ODP tanpa gejala 35 orang.
  7. ODP dengan gejala 0.
  8. Siantar selatan ODP tanpa gejala 30 orang.
  9. ODP tanpa gejala 0.
  10. Siantar Utara ODP tanpa gejala 91.
  11. ODP dengan gejala 0.
  12. PDP negetif 1 orang.
  13. Siantar Sitalasari ODP tanpa gejala 33 orang.
  14. ODP dengan gejala 0 orang.
  15. Siantar timur ODP tanpa gejala 34 orang.
  16. ODP dengan gejala 4 orang.
  17. Siantar barat ODP tanpa gejala 78 orang.
  18. ODP dengan gejala 0 orang.
  19. Dan diluar wilayah dengan ODP tanpa gejala 4.
  20. ODP dengan gejala 0.
  21. PDP 1 orang wanita (warga Mandailing natal).

Dari hasil penuturan dr. Ronald Saragih di balaikota Pematangsiantar Sabtu, 28 Maret 2020, selaku kepala dinas kesehatan kota Pematangsiantar untuk hasil semua kecamatan yang ada di kota Pematangsiantar adalah ODP tanpa gejala 498 orang. ODP dengan gejala 6 orang, PDP 2 orang.

Adapun PDP yang sebanyak 2 orang kini dirawat dirumah sakit djasemen Saragih diruang khusus isolasi COVID 19.

Dilain pihak menyatakan masyarakat bukan tidak patuh terhadap peraturan pemerintah yang dikeluarkan oleh pusat maupun daerah dengan alasan kebutuhan yang tinggi.

Mereka berharap kepada pemerintah pusat dan daerah jika mereka di isolasi kebutuhan mereka harus dicukupi agar mereka tidak khawatir terhadap kebutuhan keluarga mereka. (Muis/Rahmad)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *