Diduga Kuat Jual Masakan Babi, Ormas Islam Minta Evaluasi Ijin “Holywings” Tanjung Bunga

Viewer : 712 Kali
Daftar Menu Resto Holy yang memajang daftar menu masakan Babi
Daftar Menu RestoHolywings Bar & Lounge yang memajang daftar menu masakan Babi

Makassar, Libasnews.co.id-

Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan menduga Holywings Bar & Lounge, yang berlokasi di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, menyajikan menu berbahan babi.

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli, mengatakan informasi tersebut didapatkan dari beberapa pelanggan yang pernah berkunjung ke tempat itu.

“Kami semakin curiga setelah seorang pelanggan yang beragama Nasrani juga memberi infomasi kepada kami. Untuk lebih memperkuat dugaan kami, kami meminta kepada pelanggan tersebut untuk masuk kembali ke tempat itu untuk kemudian memberi informasi kepada kami mengenai daftar menu yang ada, dan hasilnya memang di menu tersebut tersaji menu babi,” ujarnya melalui rilis, Rabu (11/12/2019).

Pada Kamis hari ini BMI Sulsel akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak untuk memperjelas temuan mereka, termasuk dengan pengelola Holywings.

“Kami sangat kecewa karena pengelola restoran ini seakan tidak paham arti toleransi kepada ummat, sehingga menjual menu tersebut di tempat yang pengunjungnya justru mayoritas orang beragama Islam. Olehnya itu, kami akan segera mengklarifikasi beberapa bukti ini kepada pengelola,” tutur Zulkifli.

Dia menegaskan, jangankan menunya langsung, asap dari hasil pengolahan daging babi haram bagi ummat Islam.

Zulkifli juga meminta ketegasan dari Pemerintah Kota Makassar untuk meninjau ulang izin dari Holywings itu. Jika memang terdapat pelanggaran, ia berharap pemerintah mencabut izinnya dan tidak membiarkan lagi beroperasi.

Bar itu memang selalu ramai dikunjungi muda-mudi, terutama saat malam Ahad. Apalagi pengelola selalu mendatangkan penyanyi papan atas dari Jakarta.

Restoran dan kafe yang jual menu babi di Makassar, bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sebuah tenant di Mal Phinisi Point (Pipo) Makassar, juga melakukan hal serupa. Mereka baru berhenti berjualan setelah gabungan aktivis Islam datang menegur dan memperingatkan, yang kemudian ditindaklanjuti aparat dan Pemerintah Kota Makassar. (R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *