Mafia BBM Liar Pun Berkeliaran Di Pematang Siantar. Ini Sikap Disperindag

Viewer : 280 Kali
IMG-20200128-WA0000
Pembelian BBM “Liar” disalah satu SPBU Kota Pematang Siantar

Pematang Siantar_Sumut, Libasnews.co.id-
Maraknya transaksi pembelian Bahan Bakar Minyak dengan menggunakan wadah jerigen marak terjadi di sejumlah SPBU kota Pematang Siantar Sumatera Utara.
Tak tanggung-tanggung, transaksi “perdagangan liar” BBM tersebut dilakukan secara terang terangan.
Seperti yang dilihat langsung awak media ini di salah satu SPBU yang beralamatkan di jalan Medan km 6 kota Pematang Siantar.
Saat hendak mengisi bahan bakar minyak, awak media ini mendapati sebuah mobil pick up grand max berwarna hitam yang sedang melakukan pembelian BBM jenis pertalite dengan menggunakan wadah jerigen dengan jumlah yang cukup banyak.
Dari pantauan awak media ini, pembeli tersebut membawa lebih kurang 60 jerigen.
Tiap jerigen berisikan 30 liter lebih. BBM tersebut diduga kuat akan di bawa keluar kota pematang siantar.
Saat sedang melakukan pengisian BBM jenis pertalite kedalam wadah jerigen, awak media ini mencoba mendekati dan mewawancarai konsumen tersebut.
Dalam wawancara singkat diarea SPBU dengan nomor 14.211.211 diketahui bahwa pembelian BBM dengan skala besar tersebut akan dijual kembali sebagai barang dagangan.
Entah karena tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, “perdagangan liar” para mafia BBM tersebut hanya dibekali “surat keterangan” lurah.
Hal itu diketahui saat awak media menanyakan apakah mereka tersebu tidak dilarang.
Dengan nada tak bersalahi pembeli tersebut pun menjawab, “kami mempunyai rekomendasi pak,” sembari memperlihatkan selembar kertas “surat keterangan” fhoto copy yang dikeluarkan Lurah Sindar Jaya kabupaten simalungun tertanggal 22 Januari 2019.
Yang lebih mengherankan lagi, surat keterangan yang dijadikan “dasar hukum” pengambilan BBM di SPBU tersebut, ternyata bukan atas nama si pengambil BBM saat itu.
Kuat dugaan, surat keterangan usaha yang “Asli” digunakan pemiliknya yang sah, sedangkan pedagang lainnya menggunkan salinannya (foto copy).
Berbekal informasi tersebut, awak media ini pun melanjutkan bertemu penanggungjawab SPBU untuk menanyakan alasan pemberian BBM tanpa ijin resmi dari BP Migas atau sejenis rekomendasi dari instansi terkait tersebut.
Dalam perbincangan dengan manager SPBU diketahui bahwa proses pengambilan BBM dengan “modal” surat keterangan Lurah sebagaimana yang diterjadi di SPBU tempat ia bekerja, juga terjadi ditempat lain.
Bahkan, penanggungjawab SPBU tersebut bersikukuh membenarkan proses penjualan BBM tanpa ijin tersebut kepada konsumen.
Menurutnya, pembelian BBM Jenis Pertalite dengan skala besar untuk jadi bahan dagangan oknum tertentu tidak dilarang.
“Pengisian BBM jenis pertalite dengan jerigen tidak ada larangan dan hampir semua SPBU di kota pematang siantar ini melakukan hal yang sama,” jawabnya ketus.
Anehnya, saat sesi tanya jawab berlangsung, pembeli BBM yang kedapatan membeli sekitar 60 jerigen BBM tersebut mencoba mendatangi awak media guna memberi sejumlah uang dengan dalih damai.
“damai-damai aja bang,” tutur sipembeli.
Terpisah, Dra. Elpiana Turnip MM, selaku kepala bidang perdagangan Disperindag kota Pematang Siantar menegaskan bahwa konsumen yang hendak melakukan pembelian BBM di SPBU menggunakan wadah jerigen, termasuk jenis pertalite, harus di lengkapi dengan rekomendasi.
Selain itu, para pembeli juga diharuskan membawa rekomendasi Asli saat pengambilan BBM di SPBU.
Hal lain yang ditekankan adalah, pengambilan BBM di SPBU yang menggunakan rekomendasi harus dilakukan langsung oleh pemiliknya sesuai nama yang tertera dalam surat rekomendasi.
Dari pernyataan Kabid Perdagangan tersebut diketahui bahwa pengambilan BBM di SPBU yang tidak memiliki dokumen, baik berupa Ijin dari BP Migas maupun Surat Rekomendasi Dinas Perdagangan merupakan perbuatan terlarang.
“Pemegang rekomendasi harus sesuai dengan nama yang tertera dirokemendasi tersebut baru pihak SPBU boleh melayani dan apabila nama yang tercantum direkomendasi tersebut berhalangan, si pembawa rekomendasi harus mempunyai surat kuasa dari nama yang tertera (pemilik rekomendasi), baru pihak SPBU bisa melayani. Itupun harus sesuai dengan jumlah yang tertera direkomendasi,” jelas Dra. Elpiana Turnip MM, yang kini menjabat Kepala Bidang Perdagangan.
Menyikapi informasi adanya oknum Mafia BBM yang diduga kuat menjalin kerjasama dengan pihak SPBU untuk mempermudah aksinya, mendapat respon positif dari Pemda Pematang Siantar melalui Disperindag.
Melalui kabid perdagangan, Disperindag mengagendakan akan terjun langsung kelapangan guna melakukan sidak ke semua SPBU yang beroperasi dikota pematang siantar. (aggha cheno 85)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *