MUI Kota Pematangsiantar Keluarkan Surat Edaran Tentang Aturan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Selama COVID 19.

Viewer : 1046 Kali
MUI Kota Pematangsiantar

Pematangsiantar_Sumut, Libasnews.co.id-
Pandemi COVID 19 merupakan musuh kita bersama mungkin itulah yang pantas kita sematkan saat ini, pasalnya COVID 19 adalah musuh yang nyata tapi tidak terlihat mata.sampai saat ini pendemi COVID 19 sudah menjadi masalah serius bagi dunia, tak luput juga Indonesia yang menjadi korban COVID 19 dan sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi di Indonesia yang positif COVID 19 mencapai 6.575 kasus (19/4/2020) mendapat peningkatan yang sangat signifikan.
Saat ini pemerintah pusat sampai pemerintah dearah bahkan sampai ke perangkat desa dan lembaga terkait serius dalam menghadapi COVID 19 dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan guna memutuskan rantai penyebaran COVID 19.
Satu satunya MUI kota Pematangsiantar mengeluarkan surat edaran tentang aturan bulan ramadhan dan idul Fitri selama COVID 19, aturan yang dikeluarkan berdasarkan dari fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 penyelenggaraan ibadah dan situasi terjadi wabah, surat edaran menteri agama nomor 06 tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi wabah COVID 19 tanggal 06 April 2020 dan juga berdasarkan rapat koordinasi bersama Kapolres, walikota Pematangsiantar, MUI, FKUB, Forkompinda, Ormas Islam pada tanggal 15 April 2020 menghasilkan keputusan yaitu :

  1. Meminta kepada seluruh umat Islam di kota Pematangsiantar untuk memuliakan bulan suci ramadhan 1441 H dengan meningkatkan amal ibadah seperti berpuasa, membaca Alquran, berzikir, beristighfar, bersholawat dan berdoa kepada Allah SWT serta menghidupkan malam Ramdhan dengan melaksanakan shalat tarawih dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
  2. Meminta kepada seluruh umat Islam di kota Pematangsiantar untuk melaksanakan doa qunut nazilah pada setiap shalat fardhu, shalat Jum’at dan witir pada shalat tarawih sepanjang bulan ramadhan.
  3. Meminta kepada seluruh umat Islam di kota Pematangsiantar untuk meningkatkan infak, wakaf Aan sedekah serta menyelenggarakan pembayaran zakat harta (mal) dan zakat fitrah ditunaikan di awal bulan ramadhan untuk membantu meringankan beban kaum muslimin khususnya di kota Pematangsiantar dengan memperhatikan protokol penanganan penyebaran COVID 19 diantaranya dengan menyiapkan washtafel, hand sanitizer, tetap menjaga jarak dan kerumunan
  4. Meminta kepada umat Islam di kota Pematangsiantar yang berada di daerah yang potensi penyebaran COVID 19 masih terkendali (berdasarkan data pemerintah kota Pematangsiantar) untuk tetap melaksanakan shalat fardhu berjamaah, shalat Jum’at dan tarawih berjamaah di masjid dengan wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti.
    a. Setiap jamaah yang memasuki masjid wajib menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing,mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk dan setelah keluar dari masjid.
    b. Setiap badan kemakmuran masjid (BKM) wajib menyediakan fasilitas seperti sabun, hand sanitizer, menggulung ambal/karpet dan secara rutin membersihkan lantai masjid sebelum dan setelah pelaksanaan ibadah shalat berjamaah dan mensosialisasikan cara batuk dan bersin sesuai protokol kesehatan.
    c. Setiap jamaah dianjurkan untuk tidak kontak fisik seperti bersalaman dan berpelukan (sesuai himbauan pemerintah berkaitan social distancing dan physical distancing) serta tidak berlama-lama di masjid setelah melaksanakan ibadah shalat berjamaah.
    d. Kepada imam shalat tarawih dan khatib Jum’at agar memendekkan isi khotbah serta bacaan ayat Alquran dengan tetap memperhatikan keabsahan shalat dan khutbah sesuai dengan ketentuan syariat.
    e. Jamaah yang dalam kondisi kurang sehat (batuk, flu, demam, dll) agar melaksanakan shalat di rumah (tidak ikut berjamaah di masjid).
  5. Sahur dan buka puasa dilakukan dengan cara individu atau keluarga inti, tidak perlu melaksanakan sahur on the road atau buka puasa bersama (ifthar jama’i).
  6. Tadarus Alquran sebaiknya dilakukan di rumah, namun apabila ingin melakukan di masjid harus tetap memperhatikan protokol penanganan penyebaran COVID 19.
  7. Peringatan nuzul Qur’an dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan jamaah yang cukup besar sebaiknya di tiadakan.
  8. Pelaksanaan silahturahmi safari Ramadhan yang biasa dilakukan oleh berbagai ormas dan lembaga sebaiknya di tiadakan.
  9. Pelaksanaan takbir idul Fitri cukup dilakukan di masjid atau musholla dengan pengeras suara, tidak perlu melaksanakan takbir keliling.
  10. Pelaksanaan idul Fitri 1441 H, menunggu fatwa atau informasi dari majelis ulama Indonesia pusat, juga dengan melihat situasi penyebaran COVID 19 di kota Pematangsiantar.
  11. Masyarakat yang berada dalam kawasan potensi penularan rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang dan tidak khawatir akan tertular COVID 19 serta mampu menjaga diri,dapat melaksanakan shalat idul Fitri seperti biasa Dengan tetap siaga melaksanakan protokol penanganan penyebaran COVID 19.
  12. Meminta kepada umat Islam dengan status PDP (pasien dalam perawatan) dan ODP (orang dalam pengawasan) COVID 19 serta yang sedang sakit diharuskan untuk melaksanakan ibadah di rumah sebagai bentuk upaya pencegahan penularan (Sadd az-zariah).
  13. Menghimbau kepada pemerintah kota Pematangsiantar dan pihak kepolisian untuk menutup tempat- tempat maksiat,dan menertibkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat – tempat maksiat, serta mengawal dengan ketat pelaksanaan social distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran COVID 19.
  14. Menghimbau secara khusus kepada pengusaha-pengusaha muslim di kota Pematangsiantar untuk membantu fakir miskin dan kaum dhuafa dengan memperbanyak berinfak dan bersedekah serta hibah demi menyelamatkan kehidupan mereka.
  15. Menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi dan mengindahkan himbauan bapak walikota Pematangsiantar untuk tidak mudik ke dalam dan keluar wilayah kota Pematangsiantar. Silahturahmi dengan keluarga tetap dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan media sosial (medsos) dan video call.
  16. MUI kecamatan, BKM masjid dan panitia yang terkait pelaksanaan ibadah selama Ramadhan dan idul Fitri dihimbau untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam rangka kelancaran ibadah dan secara bersama memutus mata rantai COVID 19. (agghacheno85/rahmad/muis)
ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *