Oknum Kades Taronggo Diduga “Tilep” DDS Pengadaan Belanga Nilam

Viewer : 128 Kali
Korupsi_Dana_Desa

Morowali Utara, libasnews.co.id, –

Kasus Pengadaan Belanga Nilam kembali menamba daftar panjang dugaan tindak pidana Korupsi di Desa Taronggo, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber yang dapat diyakini Dan enggan disebutkan namanya di daerah tersebut, kepada crew libasnews.co.id saat melakukan penelusuran, bahwa alokasi anggaran melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara, post Dana Desa (DDS) tahun anggaran 2018, senilai Rp.96.750.000,00,- untuk pembelian 2 unit Belanga Nilam.

“Pada tahun 2018 itu, dianggarkan dana kurang lebih Rp. 96juta untuk membeli Belanga nilam sebanyak 2 buah. Namun faktanya pak, hingga saat ini, hanya 1 yang dibeli, jadi yang satunya lagi bagaimana itu” ungkap Warga.

Berdasarkan keterangan dan sejumlah fakta lapangan yang dihimpun di Daerah itu, patut pula diduga Oknum Kepala Desa Taronggo, Setrimon Mola, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Desa, elegant memberdayakan maneuver manipulasi data guna memuluskan sikap koruptif “Tilep” Anggaran yang merungikan Negara sebesar Rp.48.375.000,00,-

Terkait kasus tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Advokasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Indonesia (LSM JARI INDONESIA) Andi Samsu Alam, saat diminta tanggapannya via phone (25/02/20) menyayangkan sekaligus meminta Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Morut, turun tangan mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, tanpa tebang pilih.

“Kami sangat menyayangkan ulah oknum Kepala Desa yang elegant menjadikan praktek rekayasa data realisasi anggaran tanpa sanksi tegas dari aparat penegak hukum. Bahkan seakan akan tim Insfektorat jika turun melakukan pemeriksaan, tutup mata” ungkap Andi Alam.

Masih kata Andi Alam sambil mencontohkan, “Selain fakta riil yang telah mengurai daftar panjang dugaan Tipikor di Desa Taronggo hingga hampir mencapai milyaran Rupiah dalam kurung waktu 3 tahun terakhir. Namun faktanya, lagi dan lagi pihak Insfektorat mengatakan, tidak ditemukan adanya indikasi penyelewengan anggaran. Fakta lain yang menguatkan, hingga 2018 Desa Taronggo nyaris tak terdengar adanya upaya hukum yang dapat menyentuh. Tak terkecuali Desa lainnya” Keluh Andi Alam.

Atas permasalahan tersebut, Kapolres Morut diminta tegas dan melakukan pengusutan terhadap seluruh pihak yang terlibat, tanpa tebang pilih.

Sementara hingga berita ini diterbitkan, pihak yang terkait belum sempat dikonfirmasi. Saat crew libasnews.co.id menghubungi via phon, dengan maksud mengkonfirmasi, nomor ponsel yang dihubungi tidak aktif. (rd/shr)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *