Ormas dan Mahasiswa Islam Sumatera Utara Gelar Aksi Menolak RUU HIP

Viewer : 229 Kali
IMG-20200704-WA0001

ALIANSI ORMAS DAN MAHASISWA SE

Ormas dan Mahasiswa Islam Sumatera Utara Gelar Aksi Menolak RUU HIP

Medan_Sumatera Utara, libasnews.co.id-

Jumat, 3/7/2020, aliansi ormas dan mahasiswa islam se-sumatera utara turun ke jalan melakukan unjuk rasa menolak Rancangan undang-undang haluan ideologi pancasila (RUU HIP ),
Penolakan RUU HIP (haluan ideologi Pancasila) memang menjadi kontroversi di negeri kita tercinta” Indonesia”.

Aksi kali ini di hadiri oleh ribuan manusia, mereka bergerak dari masjid raya Medan menuju kantor DPRD Sumatera utara Medan,dengan tujuan menolak dan meminta DPRD Provinsi Sumatera utara juga kepolisian, mengusut siapa yg mengusulkan RUU HIP.
Dalam orasinya yang dipimpin wasekjen (wakil sekertaris jenderal ) MUI (Majelis Ulama Islam) pusat KH. Zulkarnain menolak RUU HIP dan ia menyebutkan ketuhanan yang berkebudayaan tidak akan terjadi di Indonesia dan juga meminta mengusut siapa pengusung RUU HIP.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, diwarnai dengan pembakaran bendera komunis dan pengunjuk rasa juga meminta agar spanduk yang terpampang di depan kantor DPRD Sumatera utara yang bertuliskan “Pancasila dalam tindakan gotong royong menuju indoneaia maju, 1 july 2020” di turunkan.
Dalam aksi ini, pengunjuk rasa diterima langsung oleh wakil ketua DPRD provinsi sumatera utara, Harun Nasution Dari fraksi Gerindra, Adinda Muhammad Faisal dari fraksi PAN dan beberapa anggota DPRD lainnya dan di sertai dengan penyerahan presidium oleh pengunjuk rasa yang di wakili oleh Alim ulama, dilain pihak salah satu ormas yang tergabung dalam aksi menolak RUU HIP, Garuda Cakra Indoneaia (DPC Medan, DPC Deli serdang, DPC Pematang siantar, dan DPC Simalungun) Saat di konfirmasi crew awak media ini melalui salah satu perwakilannya Ari Afandi, S.Pd, bersama Slamet Afriandi selaku ketua DPC Garuda Cakra Indonesia Kotamadya pematang siantar dan kabupaten Simalungun mengatakan “kami menolak keras RUU HIP karena ada dugaan kebangkitan PKI, mengenai landasan dasar Negara tidak perlu dirubah, pancasila harus dilindungi, NKRI harga mati, dan mengharapkan agar pemerintah mendengarkan jeritan rakyat janganlah pura-pura tuli dan seolah-olah tutup mata” ucapnya.

Setelah menyampaikan aspirasi mereka tentang penolakan RUU HIP, pengunjuk rasa membubarkan diri secara damai dan akan kembali melakukan unjuk rasa dengan jumlah pengunjuk rasa yang lebih besar jika apa yang mereka suarakan tak di gubris oleh pemerintah. (rahmad/muis)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *