Pekerja Tambang Nikel di Morowali Mulai Diserang Covid-19

Viewer : 96 Kali
Rapid Tes Covid 19 Lutra
Morowali_Sulteng, Libasnews.co.id –
Karyawan perusahaan pengelola kawasan industri nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mulai diserang virus corona (Covid-19).
Perusahaan tersebut diketahui PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Perusahaan ini didirikan oleh investor dari China.
Kepala Dinas Kesehatan Morowali Ashar Maruf mengatakan, ada dua karyawan PT IMIP yang positif corona berdasarkan hasil rapid test. Selain itu, seorang anggota keluarga dari salah satu karyawan juga menunjukkan reaksi sama.
Di luar ketiganya, satu warga Morowali memiliki hasil pemeriksaan serupa. Namun, hasil reaktif itu perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan sampel usap tenggorok (swab).
Kata Ashar, sampel usap keempat orang tersebut dikirim ke Makassar pada Minggu (26/4/2020).
”Kami sudah kirim spesimen swab ke Makassar, Sulawesi Selatan,” kata Ashar dilansir Kompas.id, Senin (27/4/2020).
Berdasarkan data Minggu (26/4/2020), konfirmasi positif Covid-19 di Sulteng mencapai 36 kasus, tiga di antaranya di Morowali. Kasus berpotensi bertambah karena ada 46 pasien dalam pengawasan yang hasil pemeriksaan laboratoriumnya masih ditunggu.
Terkait hasil pemeriksaan cepat itu, Juru Bicara PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan, dirinya tak berkomentar dulu. Hal itu menjadi tanggung jawab tim Gugus Tugas Covid-19 Morowali.
Namun, ia memastikan aktivitas di kawasan perusahaan masih normal dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti pemakaian masker dan menjaga jarak saat diadakan arahan singkat (briefing) pagi sebelum bekerja.
Dari total 5.000 pekerja, tenaga kerja asal China di PT IMIP sekitar 3.000 orang. Perusahaan tersebut mengelola kawasan industri yang cukup luas dengan sekitar lima perusahaan pengolah nikel di dalamnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Morowali, Kuswandi menyebut, penanganan Covid-19 di PT IMIP tidak jelas dan masih jauh dari standar serta tidak sesuai dengan protokol kesehatan.
Menurut Kuswandi, sampai saat ini, PT IMIP masih melakukan aktifitas produksi seperti biasa tanpa menerapkan physical sosial distancing.
Padahal disana ada puluhan ribu karyawan dari segala penjuru daerah yang setiap harinya tetap aktif bekerja di pabrik. Katanya.
“Pabrik ini bisa jadi pusat penyebaran Virus corona,” terang Kuswandi.
Untuk memutus penyebaran Covid-19, lanjut dia, sebaiknya IMIP meliburkan sebagian karyawannya atau melakukan perubahan shift kerja karyawan yang tentunya berbeda dengan pola shift saat ini.
“Salat tarawih saja dilarang, kok IMIP dengan puluhan ribu karyawan tetap aktif berproduksi?”. (RM)
ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *