Pembangunan Industri Raksasa Dihentikan, Dinas ESDM Sulteng Menuai Soratan Tajam

Viewer : 2533 Kali
Pembangunan Industri Raksasa Dihentikan, Dinas ESDM Sulteng Menuai Soratan Tajam
Pembangunan Industri Raksasa Dihentikan, Dinas ESDM Sulteng Menuai Soratan Tajam

Morut_Sulteng, LibasNews.co.id –

Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat, Masyarakat Peduli Kamajuan Ekonomi (MPKE) dan Jaringan Advokasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Indonesia (JARI INDONESIA), menyoroti kebijakan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr. Ir. Bunga Eim Sambo, M.Sc atas surat penghentian kegiatan pembangunan Industri Nikel diatas area PT. Stardust Estate Investment (PT. SEI) di Morut.

Kebijakan penghentian kegiatan pembangunan melalui surat Kepala Dinas ESDM Sulteng Nomor 54/3925/MINERBA, dinilai sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) tidak proforsional dan intervensinya salah sasaran.

Menurut Ketua MPKE, Karsena Aristoteles yang akrab disapa Aris dalam keterangan press rilis yang dialamatkan kepada Kepala Perwakilan Biro Sulteng LibasNews.co.id, bahwa kebijakan itu adalah kewajiban yang sangat merugikan masyarakat Morut dan terkesan sepihak.

“Bisa dibayangkan jika kegiatan pembangunan itu dihentikan, 1500 karyawan yang saat ini terancam dirumahkan dan tidak lagi menerima upah kerja. Secara otomatis akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran yang bakal memantik masalah baru di Sulteng, khususnya di Morut” tulis Aris.

Lanjut Aris, “Saya anggap kebijakan itu salah kamar dan gagal paham menginterpretasikan aturan. Kok investasi pembangunan pabrik dikatakan sebagai perusahaan tambang. Inlok dan IUP itu punya aturan sendiri. Ini sama halnya mempertontonkan ketidak tahuan teman di dinas ESDM provinsi” imbuhnya.

Selain itu menurutnya “kita objektif saja dalam memahami aturan. Bagaimana kita menjawab ribuan tenaga kerja lokal yang harus di PHK. Mereka mengantungkan hidup dari situ. Yang terpenting bahwa kami dari MPKE menolak pemberhentian kegiatan investasi yg ada dimorowali utara” pungkasnya.

Senada yang diungkapkan Direktur Eksekutif LSM JARI INDONESIA, Andi Samsu Alam yang lmakrab disapa Andi saat ditemui terpisah di sekretariat DPP LSM-JARI INDONESIA, Jl. Bumi Nangka, Kelurahan Bahontula, Kecamatan Petasia, Morut.

Andi dalam keterangannya menyayangkan kebijakan Pemprov melalui dinas ESDM, dan meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Prov Sulteng melakukan peninjauan atas surat kepala Dinas ESDM tersebut.

Pasalnya, pembangunan pabrik raksasa diatas areal industri PT. Stardust Estate Investment (PT. SEI) yang saat ini dikerjakan pihak kontraktor PT.Gunbuster Nikel Industry (PT.GNI) itu jika dihentikan, akan berimplikasi pada kerawanan perekonomian masyarakat Morut, khususnya bagi ribuan karyawan lokal yang bekerja pada perusahaan tersebut.

Selain itu, Andi menilai kebijakan tersebut kebablasan. Menurutnya, semestinya pengawasan managemet operasional yang harus dioptimalkan oleh instansi terkait, bukan justru menghentikan aktivitas pembangunan industri.

“Kebijakan itu sangat emosional dan kebablasan. Kalau kita ingin membunuh tikus dilumbung, jangan lumbungnya yang dibakar. Semestinya bukan aktivitas yang dihentikan, tapi lebih kepada perbaikan sistem pengawasan terhadap managemet operasional perusahaan” tandas Andi.

Sementara terkait tudingan dugaan aktivitas pembangunan yang tidak memiliki izin sesuai peraturan perundang undangan, sebagaimana yang tertuang dalam surat Kepala Dinas ESDM tertanggal 16 juni itu, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kab. Morut Gunawan, MT, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum sempat dikonfirmasi, dengan alasan sedang diluar daerah. (Al/Rd).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *