WHO : Tingkatkan Kewaspadaan Varian Omicron

Viewer : 19 Kali
WHO : Tingkatkan Kewaspadaan Varian Omicron
WHO : Tingkatkan Kewaspadaan Varian Omicron

Laporan : Andi S.

Jakarta, Libasnews.co.id –

Meski varian Omicron tidak signifikant, WHO kembali mengingatkan kepada masyarakat Dunia tetap mewaspadai varian terbaru corona tersebut.

Demikian ditekankan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dilansir dari situs resminya. PBB menyebut risiko yang ditimbulkan Omicron secara global ‘masih sangat tinggi. Dimana lonjakan kasus Covid19 yang menembus angka11%, disinyalir dipicu oleh Omicron

“(Omicron) telah melampaui Delta yang sebelumnya dominan,” kata WHO dalam laporannya, dikutip AFP, Rabu (29/12/2021).

“Bukti yang konsisten menunjukkan bahwa varian Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan varian Delta dengan waktu penggandaan dua hingga tiga hari dan meningkat pesat disejumlah negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, “ungkapnya.

Selain itu, Lembaga itu mengungkapkan “Tingkat pertumbuhan yang cepat kemungkinan merupakan kombinasi dari penghindaran kekebalan dan peningkatan transmisibilitas varian Omicron secara intrinsik. “akunya.

Hal sama juga terjadi di Denmark, di mana ada pengurangan risiko rawat inap untuk Omicron dibanding Delta, kendati WHO telah menegaskan, masih perlu data tambahan untuk menganalisa segala dampak Omicron, termasuk perlunya penggunaan oksigen, ventilasi mekanis, serta kasus kematian.

Di kesempatan lain, Manajer Insiden Covid WHO Eropa Catherine Smallwood, menegaskan hal sama tentang Omicron. “akan banjir sistem perawatan kesehatan meski penelitian awal menunjukkan penyakit yang ditimbulkan Omicron lebih ringan, “tegasnya.

Hal ini bukan tanpa alasan. Omicron mendorong lonjakan kasus besar-besaran di Eropa.

Ledakan kasus sejenis, juga terjadi di Inggris, Portugal, Prancis dan Yunani. Inggris mencatat rekor terbaru dengan hampir 130.000 kasus sehari sementara Portugal, 18.000 kasus.

Prancis melaporkan 180.000 kasus dalam 24 jam. Sementara Yunani 21.000 kasus baru.

Akibatnya sejumlah negara eropa, termasuk Belanda dan Swiss juga mengatakan Omicron sudah menjadi strain dominan di negara mereka. Finlandia akan melarang pelancong asing yang tidak divaksinasi masuk.

Swedia dalam mengantisipasi hal tersebut-pun, mewajibkan tes negatif Covid-19 ke non penduduk, Sedangkan Denmark dan Jerman memberlakukan tindakan pembatasan pertemuan warga, baik yang telah mendapatkan vaksinasi maupun yang belum.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *