Lawan Radikalisme, BEM Fakum Untad Gelar Webinar

Viewer : 220 Kali
Lawan Radikalisme, BEM Fakum Untad Gelar Webinar
Lawan Radikalisme, BEM Fakum Untad Gelar Webinar

Pewarta : Enos 

Editor : Andi S

Palu_Sulteng, Libasnews.co.id –

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Fakum-Untad) gelar webinar nasional, mengusung tema “Menakar Paham Radikalisme di Tataran Perguruan Tinggi”. Rabu, (28/07/2021). 

Kegiatan yang dilaksanakan melalui via daring tersebut dihadiri sebanyak 118 peserta diantaranya empat pembicara yakni Bridgen. Pol. R. Ahmad Nurwahid selaku Direktur Pencegahan BNPT RI, Muhammad Nurul Huda selaku Ketua LPPM Universitas Nadhatul Ulama Indonesia, Ronalzie Agus selaku Direktur Intelkam Polda Sulteng dan Dr. Rahmat Bakri selaku Wadek Kemahasiswaan Fakultas Hukum Untad. Turut hadir juga Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP, Dekan Fakum Untad Dr. H. Sulbadana, Presma Untad Moh. Wiranto Basatu serta Ketua BEM Fakum Untad Moh. Fhadel. 

Dalam sambutannya Moh. Fadhel mengatakan bahwa alasan mengangkat tema tersebut yaitu untuk mengkaji lebih dalam soal radikalisme. 

“Tiga kejahatan yang luar biasa atau extra ordinary crime di negara ini yaitu salah satunya soal terorisme. Dimana, tindakan terorisme itu berasal dari radikalisme”, ucapnya. 

Muhammad Nurul Huda dalam paparan materinya menjelaskan bahwa perkembangan paham di kampus terbagi menjadi 5 wajah pemahaman muslim, yang di golongkan ke dalam tiga golongan pemahaman Muslim. Yakni, Islam arus utama yang didalamnya terdapat satu wajah pemahaman yakni Islam tradisionalis atau Islamisme yang mana terdapat tiga wajah. Islam aktifis, Islamisme ideologis dan ekstrimisme Islam non kekerasan serta golongan ke tiga Ekstrimisme islamis yakni ekstirmisme islam dalam kekerasan. 

“Dengan melihat perkembangan saat ini wajah ekstrimisme di kampus berayun dari islamisme ideologis hingga islamisme ekstrimis”, Terang Nurul. 

Di akhir paparan materi Ronalizie Agus berharap peran perguruan tinggi dalam rangka pencegahan paham radikalisme sangat berpengaruh. Beliau juga memberikan beberapa cara pencegahan radikalisme di lingkungan universitas. 

Hal yang perlu dilakukan yakni meningkatkan pembinaan, pengawasan dan penindakan kegiatan mahasiswa yang diduga mengarah kepada  radikalisme, pengembangan kapasitas SDM dosen dan mahasiswa melalui pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara. Memperkuat wawasan kebangsaan melalui Tri Dharma perguruan tinggi, mengembangkan pendidikan keagamaan yang terbuka, toleran, dan inklusif, ramah pada tradisi, mengakomodasi, menghargai dan mengakui budaya dan kearifan lokal yang telah ada, melakukan kajian-kajian ilmiah. 

“Dan yang terpenting adalah bijak mengunakan media sosial. Memblokir konten – konten yang bermuatan negatif dan mengarah kepada radikalme,” jelas Ronalzie Agus, Direktur Intelkam Polda Sulteng. 

“Kami berharap dengan diadakannya kegiatan seperti ini bisa mengantisipasi gerakan redikalisme sejak dini,” tegas Fhadel.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *