Ratusan Mahasiswa Akper Aksi Menolak Pengalihan Aset Akper Sawerigading ke Pemkot Palopo

Viewer : 109 Kali
Demo Akper Sawerigading

Palopo, libasnews-
Ratusan Mahasiswa Keperawatan Akper Sawerigading yang tergabung dalam Aliansi GEMPAR SAWERIGADING (Gerakan Mahasiswa Peduli Akper Sawerigading) kembali turun kejalan untuk menyuarakan aspiranya Rabu 17/10/2019.
Aksi demonstrasi yang digelar oleh ratusan mahasiswa Akper Sawerigading kali ini menolak “perampasan kampus Akper Sawerigading” Pemda Luwu oleh Pemerintah kota Palopo.
Dalam aksinya mahasiswa Akper Sawerigading juga membagi selebaran, yang dimana dalam selebaran tersebut termuat tulisan “berita acara tanggal 16 Agustus 2019”. Pada lampiran ke 4 point II tentang serah terimah asset tanah dan bangunan Akper Sawerigading Pemda Luwu dari Pemerintah Kabupaten Luwu ke Pemerintah Kota Palopo ditetapkan secara tidak cermat dan mengandung unsur rekayasa data sehingga cacat hukum.
Diselebaran yang dibagikan dalam aksi mahasiswa Akper Sawerigading juga menuliskan lima point fakta – fakta hukum sebagai berikut :
1. Aset Kampus Akper Sawerigading Pemda Luwu berupa tanah dan sarana prasarana tidak bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Luwu melainkan pembelian masyarakat dari Sumbangan Pembangunan Pendidikan ( BP3 ) siswa dan mahasiswa.
2. Pembelian lahan tanah kampus Akper Sawerigading Pemda Luwu sejak tahun 1984 sampai tahun 1995 oleh BP3 sebagaimana bukti sertifikat dan akte jual beli, tetapi baru dicatat sebagai aset Pemkab Luwu pada tahun 2016, tanpa dukungan dokumen legalitas yang sah menurut hukum sehingga Pemerintah Kabupaten Luwu pada tahun 2017 melakukan penghapusan karena melanggar pasal 3 dan pasal 5 ayat 1 Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
3. Keterlibatan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam pengelolaan Akper Sawerigading Pemda Luwu pada prinsipnya hanya sebagai penetrasi untuk mengisi kekosongan pembinaan akibat pemekaran pada tahun 1999. Yang menjadi dasar penetrasi Pemkab Luwu dalam pembinaan adalah adanya sebutan Pemda Luwu pada nama perguruan tinggi “Akper Sawerigading Pemda Luwu” meskipun secara histori yang dimaksud adalah pemerintah daerah Luwu sebelum pemekaran.
4. Berdasarkan keterangan pemerintah kota Palopo bahwa yang menjadi dasar pengalihan aset Akper Sawerigading dari pemerintah kabupaten Luwu adalah kesepakatan bersama nomor 180/17/VII/HUK/2010 antara pemerintah kabupaten Luwu dan pemerintah kota Palopo yaitu pada point 2. yaitu 7 aset yang dipertahankan Pemkab Luwu. Jika menggunakan rujukan pada kesepakatan bersama nomor 180/17/VII/HUK/2010, jelas menunjukkan kesalahan atau cacat hukum karena objek yang dimaksud dalam kesepakatan adalah Kompleks Kantor Bakesbang Linmas (Eks Kandepkes) kantor Gudang Farmasi dan Gudang Pestisida yang terletak dijalan anggrek atau Ahmad Yani kota Palopo yang dalam keterangan untuk kemanfaatan dalam pengembangan Yayasan Akper, sedangkan kampus Akper Sawerigading beralamat Jl.KH.M Razak Nomor 1 kota Palopo.
5. Pemerintah Kabupaten Luwu tidak memasukkan kampus Akper Sawerigading Pemda Luwu sebagai Aset yang diserahkan kepemerintah kota palopo. Dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kota Palopo telah melakukan pengalihan Aset Akper Sawerigading Pemda Luwu milik masyarakat secara sepihak dan melawan hukum yang diduga kuat diperuntukkan untuk pembangunan kantor Polwiltabes.
Atas dasar pertimbangan dan fakta yang telah mereka ungkapkan, para demonstran menuntut keadilan agar Kejaksaan Negeri Palopo sebagai kuasa khusus Pemerintah Kota Palopo dalam penyerahan Aset Tanah dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Luwu menjatuhkan putusan yang sedikitnya memuat :
Pembatalan berita acara tanggal 16 Agustus 2019 tentang serah terimah Aset Tanah dan Bangunan Akper Sawerigading Pemda Luwu ke Pemerintah Kota Palopo, serta mengembalikan atau Menetapkan status Hukum Akper Sawerigading Pemda Luwu untuk dikelolah oleh Masyarakat (YP-BATARA GURU) sebagai badan hukum penyelenggara Akper Sawerigading Pemda Luwu. (Hermawan)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *