Ambulance “Gentayangan”, Oknum Kepala Desa Taronggo Diduga Salahgunakan Wewenang, Bupati Morowali Diminta Bertindak Tegas

Viewer : 506 Kali
IMG-20200121-WA0000

Morowali Utara_Libasnews .co.id–

Alokasi Anggaran Belanja Negara (APBN) Post Anggaran Dana Desa (DDS) 2019 peruntukan Pengadaan Mobil Ambulance di Desa Taronggo, Menuai kecaman dari berbagai Element Masyarakat. Diduga kuat Oknum Kepala Desa berdayakan praktek penyalahgunaan penggunaan fasilitas layanan Kendaraan Ambulance Desa.

Pasalnya Mobil Ambulance tipe Avansa warna putih dengan nomor pelat polisi DN 7249 XX tersebut, ditengarai “Gentayangan” hampir setiap harinya bukan untuk melayani warga yang dalam keadaan Emergence, justru sebaliknya. Diduga kuat kendaraan roda empat tersebut, telah disalah gunakan oknum kepala Desa Taronggo Setrimon Mola untuk kepentingan peribadi dan bisnis keluarganya.

Pemandangan itu, bukanlah hal yang baru bagi warga Desa Taronggo dan Desa tetangga yang dilalui akses mobile kendaraan Ambulance tersebut setiap harinya. Bahkan beberapa waktu lalu menjelang perayaan Hari Natal, (22/12/2019) kendaraan tersebut ditengarai insident tunggal dan nyaris nyunsep ke jurang di daerah Gunung Boba, saat perjalanan balik dari Donging yang diduga kuat sebagai salah satu area Lokalisasi Tempat Hiburan Malam (THM), Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, dini hari (22/12/2019).

Menurut keterangan Jasdar (27thn) Driver Mobil Truk angkutan Sawit warga Desa Woomparigi yang saat sedang mobile balik menemukan mobil tersebut beberapa saat setelah insiden melintang diatas tembok pembatas jalan dan nyaris nyunsep ke jurang di Gunung Boba. Hal tersebut diamini Aris Warga Desa Taronggo saat dikonfirmasi ditempat terpisah beberapa saat setelah kejadian, membenarkan kejadian itu. “Saya kaget pas dari jauh saya melihat ada Oto warna putih yang melintang diatas pembatas jalan di Gunung Boba. Ternyata setelah saya mendekat saya lihat Oto Ambulance Desa Taronggo. Diatas mobil itu ada tiga orang yang sedang mabuk berat, salah satunya pak kepala, Setrimon Mola, red.” Tutur Aris.           

Atas kejadian tersebut, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Advokasi Masyarakat Pesisisr Indonesia (JARI Indonesia),  Andi Samsu Alam (Dir. LSM JARI INDONESIA) menyayangkan dan gecam ulah Oknum Kepala Desa Setrimon Mola yang elegan memberdayakan sikap arogan menyalahgunakan wewenang mempergunakan fasilitas Negara tanpa batasan.

“Saya menyayangkan ulah Oknum Kepala Desa Setrimon Mola yang ugal-ugalan dan arogan meberdayakan sikap dan perilaku tidak terpuji dan mencoreng nama baik institusi Negara. Apapun bentuknya dan bagaimanapun alasannya, tidak ada pembenaran yang dapat menganulir penggunaan fasilitas Negara se-enaknya tanpa batasan, apalagi untuk kepentingan maksiat”, pungkas Andi Alam

Lanjut Andi Samsu Alam yang lebih akrab disapa Andi Alam, bahwa hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja dan Bupati sebagai atasan Kepala Desa, harus bertindak tegas memberikan sanksi tegas terhadap ulah Sertimon Mola yang telah menyalahgunakan fasilitas negara dan mencoreng institusi Negara.

“Bupati harus tegas dan tidak boleh tutup mata dengan kondisi seperti itu. Kalau ini dibiarkan, maka akan menjadi contoh tidak baik dan bisa saja berimbas kepada Daerah lain di Morowali Utara ini yang berimplikasi pada pembiaran” Imbuhnya. (Rudini/Herman).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *