Desa Kalombang Disorot, Kapolres Morut Diminta Turun Tangan

Viewer : 62 Kali
oknum kades

Morut_Sulteng, Libasnews.co.id-

Pasca diterbitkannya Surat Keputusan Bupati Morowali Utara (Morut), Nomor 188.45/Kep.B.MU/0015/II/2020 tentang pengaktifan kembali Arwan Karim sebagai kepala Desa di Kalombang, situasi politik daerah tersebut kembali memanas.

Pasalnya, Oknum Arwan Karim yang semula dinonaktifkan beberapa bulan, akibat desakan dari warga setempat, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan Dana Desa dalam kapasitas sebagai kepala Desa di Kalombang, pasca diaktifkan kembali, baru berselang sehari langsung memecat tiga orang aparat Desa tampa alasan yang jelas.

Atas Keputusan Oknum Arwan Karim tersebut, spontan menuai reaksi keras dari berbagai elemen warga di Desa itu.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Tokoh Adat Desa Kalombang, J Sanako (Purna Polri), kepada crew libasnews.co.id saat melakukan penelusuran di daerah itu beberapa waktu lalu.

“Tindakan Arwan Karim itu, justru kian meningkat dan sudah diambang batas Toleransi Masyarakat. Baru saja diaktifkan kembali sebagai kepala Desa, langsung memecat tiga aparat Desa tanpa alasan yang jelas. Dalam membuat kebijakan segala bentuk hasil musyawarah BPD dikesampingkan” tarang J. Sanako, diamini Jamaludin di Kolonodale, Selasa (03/03/20).

Pantauan crew libasnews.co.id di daerah tersebut, ditengarai sejumlah kejanggalan terkait informasi warga setempat. Salah satunya adalah alat bukti berupa print out rekening koran Desa dari Bank BPD Sulteng Cabang Kolonodale dengan nomor rekening 4010202015589 tertera setoran dalam bentuk tunai atas nama Salma (Domisili di Luwuk), Rp[200juta, Ismail Rp40juta, dan Karim Rp141juta.

Sementara, Salma saat dihubungi via phon seluler kepada crew libasnews.co.id, menjelaskan, bahwa dirinya hanya sebatas diminta untuk membantu membayarkan uang talangan guna menutupi kas Desa yang sudah raib dalam rekening Desa itu.

“Saya diminta oleh salah seorang dari Aparat Desa untuk membantu menutupi kekurangan dana sebesar 200juta dan disetor melalui rekening Desa itu, karena dana direkening Desa itu sudah tidak ada lagi. Jadi saya hanya sifatnya membantu saja. Kalau yang lainnya, saya tidak tau itu pak” ungkap Salma.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Insfektorat, Frits Sam Purnama, yang baru saja menjabat sebagai Insfektur, saat menerima perwakilan masyarakat Desa Kalombang, yang didampingi beberapa pejabat teras Insfektorat, menjelaskan bahwa keputusan yang diambil itu, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, hanya ditemukan kesalahan administrasi saja.

“Berdasarkan laporan hasil tim dilapangan, hanya didapati kesalahan admistrasi saja. Kalau menyangkut rekening koran ini, nanti kita akan mendalami lebih jauh. Ini adalah masukan buat kami, dan dalam waktu dekat kami akan sampaikan hasilnya, “tandas Frits.

Lanjut Frits, “Kami berharap data seperti ini, kedepan akan menjadi pintu masuk dalam melakukan evaluasi terhadap realisasi anggaran di lapangan. saya instruksikan agar masalah ini segera ditindak lanjuti. Jangan dibiarkan berlarut larut” tandas Frits kepada jajaran sejumlah Pejabat ASN Insfektorat.

Terkait data temuan tersebut, Direktur LSM Jaringan Advokasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Indonesia, Andi Samsu Alam, yang diminta dalam kapasitasnya sebagai Pendamping warga, menyayangkan kondisi tersebut, dan meminta Aparat Penegak Hukum terkait, bertindak tegas tanpa tebang pilih.

“Kami sangat menyayangkan ulah oknum Kepala Desa dan seluruh oknum terkait lainnya yang terkesan mengabaikan fakta lapangan. Kami meminta Kapolres Morut melakukan pengusutan terhadap kasus ini tanpa tebang pilih.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, oknum Kepala Desa Arwan Kirim, belum sempat dikonfirmasi. Saat crew libasnews.co.id mendatangi tempat itu, yang bersangkutan lagi tidak ditempat. (Al).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *