Dewan Penasehat HIPTI-Sultra “Warning” Direksi BWS Sulawesi IV Kendari

Viewer : 125 Kali
Djainal, Dewan Penasehat Himpunan Pengusaha Tolaki (HIPTI-Sultra)

 

Djainal, Dewan Penasehat Himpunan Pengusaha Tolaki (HIPTI-Sultra)

Laporan : Andi Zulfitrah

Kendari_Sultra, Libasnews.co.id-
Dewan Penasehat Himpunan Pengusaha Tolaki (HIPTI-Sultra) Djainal ST, yang juga Ketua Asosiasi Konslutan Indonesi Sulawesi tenggara (AKI SULTRA) himbau kepala bws sulawesi tenggara untuk tidak mengabaikan kontraktor lokal.
”saya akan pimpin pengusaha yang ada di sultra agar sepakat jika ada projek, sekalian saja material didatangkan dari luar pake helikopter. Kan kontraktornya juga dari luar, kami selaku kontraktor lokal terkesan diabaikan sebagai putra daerah oleh pejabat pejabat yang ada di bws sulawesi tenggara”. pungkasnya.

Djainal juga mengingatkan kepala BWS-SULTRA, jika tidak mampu memediasi hal ini, lebih baik pulang kampung.

“Jangan hanya datang makan di Sultra, lalu pulang buang hajad di kmpungnya”. Imbuh Djainal, ST.

Djainal, ST. yang dikenal sebagai tokoh dalam pembangunan jasa konstruksi yang juga mantan ketua GAPENSI kabupaten Konawe sekaligus tokoh masyarakat, menegaskan bahwa dirinya tidak main-main dengan hal ini. ungkapnya via pesan whatsApp.sabtu, 12/06/2021.

Dalam komunikasi via whatsApp, Djainal, ST lagi-lagi mengingatkan dengan serius bahwa dirinya akan mengajak para kontraktor lokal yang sudah terlanjur merasa diabaikan, untuk sekalian saja tidak ikut dalam pengadaan material projek apabila ada permintaan.

“Sekalian aja kita sepakat apabila ada permintaan material, tidak usah di adakan. Biar aja projek-projek yang jalan semuanya mangkrak”.

“Direksi BWS, harus tau tupoksinya jangan terlalu jauh campur tangan dan mengintervensi. Masakan kok soal kantor direksi BUMN saja mau ikut terlibat. Menjadi direksi harus tau tugasnya dong, klao tidak tau tugsnya apa, mending gak usah jadi direksi”. Imbuhnya.

Menurut Djainal, BWS harus paham dan mengerti tentang pengusaha lokal yg mana telah diatur juga dalam undang-undang jasa konstruksi tentang pmberdayaan pengusaha lokal. itu harus dilaksanakan tidak hanya sekedar mengatas namakan pengusaha lokal akan tetapi orang-orang luarlah yang jadi pemeran utamanya.

“pengusaha lokal hanya butuh makan bukan untuk mengumpul kekayaan dan memeras ke untungan. Ini kok malah Direksi BWS sampai mengurus kantor Direksi BUMN yang mana BUMN Hendak memberdayakan pengusaha lokal, malah justru orang BWS yang tidak menginginkan hal tersebut. BWS jangan pura-pura bodohlah, dan saya harap BUMN jangan terkesan tidak mengetahui tentang pemberdayaan pengusaha lokal. Kan tidak susah jika BWS mau memberdayakan pengusaha lokal, tinggal mempertemukan saja pengusaha lokal dan pihak BUMN”. tutup Djainal.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *