Diduga Beda Pilihan Cabup, Rumah Seorang Warga Towuti Terpaksa Dipindahkan

Viewer : 1025 Kali
IMG-20200912-WA0001
Proses pemindahan salah satu rumah warga yang diduga korban pilkada

Laporan: Ismail Samad, S.Ip

Editor: Redaksi

Lutim, Libasnews.co.id–

Sebuah keluarga yang hidup pas-pasan di Desa Rante Angin, Kec. Towuti, Kab. Luwu Timur, terpaksa hengkang dari tanah yang sudah ditempatinya selama bertahun tahun.

Diduga pemicunya akibat beda pilihan dimomen Pilkada Luwu timur, Kamis 9 September 2020.

Abbas Lamude (50) yang akrab disapa om kumis Dibantu puluhan tetangga dan kerabat terpaksa mengangkat rumah panggung sederhana miliknya yang terbuat dari kayu tersebut, kemudian dipindahkan sekitar kurang lebih 500 meter dari posisi awal ke lahan milik salah satu warga yang mengiklaskan lahannya digunakan sementara.

Habil (34) salah satu warga tetangga Desa yang ikut membantu proses pemindahan bangunan rumah tersebut menuturkan bahwa konflik tersebut diduga akibat beda pilihan dipilkada Lutim.

“Awalnya kami tidak tahu apa permasalahannya sampai itu rumah mau dipindahkan, nanti pada saat istirahat ada teman yang tanya ke om kumis bahwa kenapa dipindahkan rumahta? Om kumis saat itu menjawab kalau pemilik lahan pernah bertanya kedia bahwa, siapa yang dia dukung om kumis dipilkada?, Om kumis saat itu menjawab bahwa dia dukung Ibas-Rio, Mendengar jawaban itu, diduga pemilik lahan (Pihak Pak Rama) lansung bilang ke om kumis untuk segera pindah kalau memang tidak satu dukungan terhadap salah satu Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati”. Ungkap Habil menirukan percakapan singkat sesaat setelah melakukan proses pengangkatan rumah.

Terpisah, ammang yang juga salah satu warga yang ikut bergotong royong mengangkat rumah tersebut mengatakan, ”sudah hidupnya pas-pasan, kemudian disuruh pindah karena persoalan beda pilihan, kasian kita liat. kami saat ini cuma bisa bantu dengan tenaga, namun kita terus berupaya untuk memberikan dukungan moril, harapan kita semua, semoga om kumis ini tetap sabar “. Imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pak Rama yang disebut pemilik lahan.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *