FKUB Sosialisasi Keharmonisan Antar Umat Beragama. Ini Pesan FPI Luwu Timur

Viewer : 367 Kali
IMG-20191108-WA0055
Suasana Sosialisasi FKUB di Kantor Kemenag Luwu Timur

Malili_Lutim, libasnews-

Jum’at, 8/11/2019, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Majelis Taklim, menggelar pertemuan di Aula Kantor Kementerian Agama Luwu Timur.

Pertemuan yang didalamnya membahas tentang sosialisasi PBM No. 8-9 Tahun 2006 Tetang Kerukunan dan Keharmonisan Antar Umat Beragama kali ini merupakan inisiatif FKUB.

Drs. H. Ardias Barah, MM, Ketua FKUB Luwu Timur berharap pertemuan ini bisa menghasilkan solusi dalam menghadapi problematika beragama di tengah-tengah masyarakat.
“Selain sosialisasi, pertemuan ini juga diharapkan dapat menjadi pemersatu antar umat beragama,” terangnya.

Dirinya berharap, forum seperti ini bisa menjadi sarana mencari solusi dalam memecahkan masalah, terutama dalam kehidupan beragama.

Menurutnya, jika ada persoalan yang dilihat dari sudut pandang satu pihak dengan pendapat sesuai apa yang dipikirkan maka tidak akan tercapai kesepakatan, apalagi keharmonisan.

“Yang terjadi justru saling ngotot mempertahankan pendapat,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, M. Yunus, S. Ag, mewakili kepala kemenag Luwu Timur mengingatkan bahwa Usaha pemeliharaan umat beragama berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, utamanya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

M. Yunus menjelaskan, pertemuan ini setidaknya memiliki 3 tujuan utama.

Pertama, terang M.Yunus, Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri 9 dan 8 tahun 2006.

Kedua, lanjut M. Yunus, memberikan pemahaman tentang Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri 9 dan 8 tahun 2006.

Dan yang ketiga, jelas M. Yunus adalah demi menjaga keharmonisan antar warga setempat.

Sementara itu, Ketua FPI Luwu Timur, Abdul Rauf La Dewang saat berbincang dengan awak media menegaskan bahwa kerukunan dan keharmonisan merupakan tujuan bersama yang tidak bisa ditawar.

Hanya saja, lanjut Abd.Rauf, kerukunan antar umat beragama hanya akan terwujud, jika tiap penganut agama mengekspresikan keyakinannya tanpa menggangu keyakinan orang lain.

Abd. Rauf mencontohkan, upaya oknum tertentu yang dinilainya sangat memaksakan pembangunan gereja di desa Puncak Indah Malili merupakan salah satu bentuk nyata penghianatan dalam upaya menciptakan keharmonisan antar umat beragama.

Melalui awak media, Abd. Rauf mengingatkan jika pembangunan gereja tersebut tetap dipaksakan, bukan tidak mungkin akan memicu permasalahan baru.

“Selain warga tidak setuju, legalitas pembangunan rumah ibadah tersebut tidak memenuhi unsur regulasi yang ada,” terang Rauf.

Untuk itu, Abd. Rauf meminta semua pihak agar bisa menahan diri, terutama mereka yang terlibat dalam rencana pembangunan gereja tersebut.

Abd. Rauf mengingatkan agar upaya sejumlah orang yang mendatangi warga dengan kesan mengancam agar warga mau bertanda tangan dan menyetujui rencana pembangunan gereja di desa puncak indah, segera dihentikan.

Menurutnya, apa yang dilakukan sejumlah orang yang datang meminta tandatangan ke warga, apalagi membawa nama orang tertentu, bukannya menyelesaikan masalah, namun justru sebaliknya.

Menyikapi adanya oknum pejabat yang disebut terlibat dalam proses pemulusan rencana pembangunan gereja di kota malili tersebut, Abd. Rauf La Dewang mengaku sudah mempersiapkan langkah untuk melawan jika tetap oknum tersebut ngotot.

“Kami akan terus mengawasi dia. Kalau dia tetap ngotot, kami pun akan bertindak. Cukuplah mereka sudah mengancam demi memuluskan rencananya.” Ungkap Rauf mengingatkan. (Arsad/R1)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *