Karang Taruna Desa Tombang Bersama Remaja Masjid Kaliba Salurkan Bantuan Korban anah Longsor di Battang Barat

Viewer : 112 Kali
Pemuda Tobang peduli bencana
Pemuda Tobang peduli bencana

Laporan : Ashar Pers To Ciung Unanda

Walenrang_Luwu, Libasnews.co.id-

Sebagai bentuk kepedulian, minggu, 12/7/2020, Karang Taruna Desa Tombang bersama Remaja Masjid Dusun Pasang Kaliba menyalurkan bantuan kepada korban tanah longsor di Kelurahan Battang Barat, Kota Palopo.

Aksi peduli korban tanah longsor yang terjadi di jalan poros Palopo-Toraja tersebut dilakukan dengan cara terjun langsung membagikan bantuan sembako ke rumah-rumah warga yang terdampak bencana alam tanah longsor yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu tersebut.

“Tadi pagi sekitar pukul 09.00 Wita kami berangkat dari Desa Tombang dikawal oleh Bapak Rusdi selaku Babinsa Desa Tombang, dan setibanya di Battang Barat, kami di sambut oleh teman-teman relawan serta Bapak RW 02 kelurahan Battang Barat untuk kemudian melakukan penyerahan bantuan secara simbolis sebelum dibagikan langsung ke masyarakat di tiga RW”. Ucap Nugi Saputra, selaku wakil ketua Remaja Masjid Dusun Pasang Kaliba.

“Bantuan yang kami salurkan tersebut bersumber dari hasil penggalangan dana di jalan poros Trans Sulawesi selama dua hari serta dari sumbangan masyarakat Desa Tombang dan Dusun Pasang Kaliba”. Lanjutnya.

Para pemuda ini berharap, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban warga yang terkena dampak dari tanah longsor.
”Memang jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian materi yang di alami oleh korban yang terdampak bencana tanah longsor, namun kita berharap sedikit bisa mengurangi beban saudara-saudari kita ini,” Tutur Jamsul Attas, selaku Ketua Karang Taruna Desa Tombang.

Sebagaimana diketahui, 26 Juni lalu, terjadi bencana alam tanah longsor yang membuat jalan poros Palopo-Toraja terputus serta membuat 9 rumah warga ikut tertimbun tanah. Tak hanya itu, insiden tanah longsor tersebut juga membuat ratusan kepala keluarga kehilangan mata pencariannya.

“Selama ini rata-rata warga disini kan berjualan, jadi insiden tanah longsor ini membuat warung mereka sepi pembeli karena kendaraan tak lagi bisa melintas di jalan poros Palopo-Toraja karena terputus akibat longsor”. Tutup Jamsul Attas.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *